Desain

Perkembangan CSS

Vlobs.com-Cascading Style Sheet atau CSS merupakan standar membuat dan memakai style untuk dokumen terstruktur. CSS digunakan dalam mempersingkat menulis tag HTML seperti color,text, font dan table menjadi ringkas sehingga tidak ada pengulangan tulisan. CSS secara umum juga digunakan untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML atau XHTML. Walaupun begitu, bahasa yang digunakan dapat sesuai dengan seluruh jenis dokumen XML termasuk SVG serta XUL.

Tahun 1996, CSS resmi dipublikasikan kemudian menyusul CSS level 1 pada bulan Desember. Pengerjaan itu didukung oleh Thomas Reardon dari perusahaan ternama, Microsoft. CSS digunakan oleh pembaca dan penulis untuk penentuan dalam tata letak, warna, jenis huruf, dan berbagai aspek lain.

Sekarang CSS semakin berkembang dengan luas. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh designer dalam mengembangkan web. Berikut cara memasang Script CSS pada dokumen HTML, yaitu:

  • Inline Style Sheet, Kode pada CSS yang langsung dipasang pada tag HTML (namun kurang direkomendasikan)
  • Internal Style Sheet, Kode CSS dipasang pada tag head HTML.
  • External Style Sheet, file CSS berbeda dengan file HTML.

CSS level 1

Pada 17 Agustus 1996 W3C atau World Wide Web Consortium telah menetapkan CSS untuk bahasa pemrograman standard dalam membuat website. Tujuan melakukan ini adalah mengurangi pembuatan tag baru oleh Internet Explorer dan Netscape karena kedua browser inibersaing mengembang tag sendiri untuk mengatur tampilan dalam website.

CSS level 1 mendukung pengaturan tampilan untuk:

  • Warna, background, teks dan lainnya.
  • Font
  • Text attributes, seperti spasi antar baris, huruf dan kata.
  • Posisi teks, table, gambar dan lainnya.
  • Border, padiing dan margin

CSS level 2

W3C menyempurnakan CSS pada tahap awal dengan membuat standard CSS level 2 yang jadi standard sampai saat ini pada tahun 1998. Semua atribut pada CSS level 1 dimasukkan dan dikembangkan dengan penekanan pada Accessibiality and Capacibilty pada media-specific CSS. CSS level 2 berkembang untuk memenuhi kebutuhan format dokumen supaya dapat ditampilkan di printer.

CSS level 3

 

CSS level 3 merupakan versi paling baru dari CSS yang dapat melakukan berbagai macam hal dalam mendesain website. CSS level 3 mampu melakukan animasi 3D dan animasi warna pada halaman website. Desain yang memudahkan dalam kontabilitas website pada mobile dengan filtur baru yaitu media query. Maka dari itu, banyak fitur baru pada CSS level 3 adalah Multiple Background, drop-shadow, border-radius, border-image, CSS-Math dan CSS Object Model.

CSS level 3 memiliki fitur baru yang berhasil dikembangkan yaitu:

  • Animasi, yaitu pembuatan animasi tidak membutuhkan program sejenis Adobe Flash dan Ms. Silverlight.
  • Beberapa efek teks, misalnya teks terbayang, kolom Koran dan word-wrap.
  • Efek pada kotak, seperti kotak yang ukurannya dapat diubah, transformasi dua dimensi dan dua dimensi, sudut tumpul dan bayangan.

Kelebihan-kelebihan pada CSS:

  • CSS mudah untuk dipelajari dan digunakan.
  • CSS memisahkan antara Konten web dan Desain.
  • Pengaturan Desain dapat didilakukan dengan efisien.
  • Menghemat penulisan kode.
  • Lebih cepat dalam bekerja saat modifikasi halaman web.
  • Ukuran file HTML menjadi lebih kecil.

Demikian sudah dijelaskan mengenai perkembangan CSS dari CSS level 1, CSS level 2 sampai CSS level 3. Dari awal sampai akhir CSS terus mengalami perkembangan dan smakin meluas dari waktu ke waktu. Dengan penggunaan CSS maka pekerjaan Desain web akan menjadi semakin mudah dan praktis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close