VLOBS.COM – Pusat data AI Oracle di Wisconsin berisiko meleset dari target pengiriman kapasitas kepada pelanggan pada paruh kedua 2027. Menurut perusahaan riset Aterio, sambungan jaringan listrik yang diperlukan masih menunggu persetujuan regulator.
Fasilitas Project Lighthouse dikembangkan Vantage di Port Washington dengan Oracle sebagai penyewa. Aterio menilai jadwal tersebut berisiko mundur karena pembangunan infrastruktur transmisi yang akan memasok listrik belum dapat dimulai.
Persetujuan sambungan listrik belum terbit
American Transmission Company (ATC) mengajukan permohonan kepada Public Service Commission of Wisconsin (PSC) untuk membangun sambungan jaringan listrik ke kampus tersebut. Pembangunan infrastruktur transmisi memerlukan persetujuan PSC.
Baca juga: California Subpoena OpenAI soal Agen AI yang Keluar dari Lingkungan Uji
PSC menutup perkara awal setelah menarik kembali penilaiannya bahwa permohonan ATC sudah lengkap. ATC mengajukan kembali permohonan itu pada September, sehingga proses persetujuan dimulai lagi.
Aterio menyebut pusat data tidak dapat beroperasi sebelum ATC menghubungkannya ke jaringan, sementara ATC belum dapat memulai pembangunan sebelum memperoleh persetujuan PSC. Setelah pasokan listrik pertama tersedia, sistem kelistrikan dan pendingin di setiap gedung juga perlu diaktifkan, diuji, dan dikomisioning.
Baca juga: Apple Perketat Kontrol Full Disk Access macOS karena Risiko Agen AI
Dalam skenario paling awal, Aterio memperkirakan pasokan listrik sebagian dapat tersedia pada Oktober 2027 dan pasokan penuh pada Agustus 2028, tetapi menilai jadwal itu sangat tidak mungkin. Skenario dasarnya menempatkan pasokan sebagian pada Desember 2027 dan pasokan penuh pada Oktober 2028. Jika peninjauan regulator berlangsung lebih lama, tanggal tersebut dapat bergeser menjadi Juni 2028 dan April 2029.
Aterio memperkirakan beban kampus terutama akan meningkat mulai kuartal pertama 2028. Bahkan jika listrik tersedia pada Desember 2027, waktu untuk pengujian dan komisioning sebelum tenggat Oracle akan terbatas.
Risiko proyek lain dan biaya pendanaan
Aterio juga menyoroti kondisi keuangan Oracle dan pemberitahuan force majeure terkait proyek lain sebagai faktor yang meningkatkan potensi keterlambatan. Secara terpisah, Bloomberg melaporkan Oracle mengirim pemberitahuan force majeure kepada anak perusahaan Blue Owl Capital yang mengembangkan Project Jupiter di New Mexico. Menurut laporan itu, Oracle berupaya menunda pembayaran jika kampus tersebut tidak beroperasi sesuai rencana, bukan keluar dari proyek. Oracle mengatakan pengembangan itu masih sesuai jadwal.
Baca juga: OpenAI Dots Lebih Cocok untuk Kerja, tetapi Bisa Pesan Makan
The Register sebelumnya melaporkan Oracle dapat menghadapi biaya pendanaan lebih dari $100 juta per tahun untuk menjamin komitmen listrik bagi kampus Wisconsin. Fasilitas itu memiliki beban komputasi 902 MW dan kebutuhan listrik total 1,3 GW.
ATC merencanakan proyek infrastruktur transmisi senilai lebih dari $2 miliar yang terkait dengan pengembangan pusat data di Wisconsin. Rencana tersebut mencakup jalur listrik tegangan tinggi, gardu induk, dan peningkatan fasilitas yang sudah ada.
















