VLOBS.COM – OpenAI memperkenalkan Dots, platform agen AI yang dapat berinteraksi dengan aplikasi melalui komputer virtual. Dalam pengujian The Verge, agen ini lebih menonjol untuk membantu pekerjaan seperti mengolah video dan memperbarui situs pribadi daripada menangani berbagai urusan belanja daring.
Dots memiliki avatar menyerupai karakter kecil dan nama yang dapat disesuaikan. Pengguna berinteraksi dengannya melalui jendela percakapan, sementara pekerjaan agen terlihat di jendela lain. OpenAI menyebut pengguna nantinya dapat memiliki beberapa Dot, tetapi saat ini hanya tersedia satu.
Baca juga: Shivon Zilis Umumkan Putus dengan Elon Musk Lewat Unggahan di X
The Verge melaporkan Dots dapat menggunakan aplikasi seperti Blender dan GIMP melalui komputer virtualnya. Pengguna juga bisa memberikan akses ke komputer pribadi lewat aplikasi desktop ChatGPT, serta menelepon Dot untuk membicarakan pekerjaan. OpenAI menawarkan Dots terlebih dahulu kepada pengguna paket tingkat tertinggi, termasuk Pro seharga US$100 per bulan.
Tugas belanja masih menemui kendala
Dalam salah satu percobaan, Dot diminta membantu menjadwalkan pemasangan layanan internet baru. Agen itu menemukan promosi US$100 di email, tetapi terhenti pada pemeriksaan yang mengharuskan pengguna menekan dan menahan tombol. Setelah penguji melakukannya, Dot melanjutkan hingga halaman pembayaran yang meminta informasi rekening bank.
Penguji memilih memasukkan data sendiri karena tidak yakin memberikan nomor rekening kepada agen. Dot juga gagal menemukan opsi tur gratis di sebuah coworking space dan justru menawarkan tiket harian seharga US$35. Saat diminta mencari informasi pembelian di akun Ikea, agen tersebut terjebak dalam pemeriksaan keamanan berulang.
Baca juga: Laporan: AI Perusahaan Butuh Perubahan Proses dan Data Siap Pakai
The Verge juga mendapati situs restoran teriyaki di lingkungan penguji tidak mengizinkan Dot membuka halaman pemesanan. Menurut laporan itu, agen tersebut tampak lebih sering tersandung pemeriksaan keamanan dibandingkan Muse dan Instinct. Pada akhirnya, Dot berhasil memesan makanan teriyaki setelah mendapat bantuan untuk masuk ke akun Uber Eats.
Lebih berguna untuk pekerjaan yang dikendalikan pengguna
Hasilnya berbeda ketika Dot diberi akses ke situs pribadi penguji. Agen itu membantu menyusun desain baru yang lebih ringkas, lalu mengerjakan beberapa perubahan berdasarkan arahan yang disampaikan melalui telepon selama sekitar 10 menit. Penguji kemudian menerima pemberitahuan bahwa versi berikutnya siap ditinjau.
Baca juga: Frances Haugen Ragukan Kemampuan Perusahaan AI Mengawasi Diri
Dengan akses ke komputer pribadi, Dot juga menggabungkan sejumlah berkas video di desktop menjadi satu klip yang sesuai untuk media sosial. Agen tersebut turut menerapkan perubahan situs yang sebelumnya dikerjakan sebagai prototipe. Penguji menilai hasil video itu lebih baik daripada upaya yang ia kerjakan sendiri, sementara desain situs barunya masih sederhana tetapi lebih baik daripada versi sebelumnya.
Menurut penilaian The Verge, Dots lebih mudah dipahami sebagai alat kerja yang dapat mengerjakan sebagian tugas pengguna, ketimbang asisten belanja pribadi. Meski membantu menyelesaikan pekerjaan yang mungkin tertunda, penguji menilai layanan seharga US$100 per bulan itu belum tentu sepadan untuk jenis pekerjaannya.
















