VLOBS.COM – The Register menilai AWS perlu menerima posisinya sebagai pemasok infrastruktur bagi platform lain, alih-alih terus berupaya menjadi penyedia produk SaaS. Menurut publikasi tersebut, AWS juga perlu membuat layanannya lebih nyaman digunakan, terutama oleh perusahaan kecil.
Dalam artikelnya, The Register membandingkan pengalaman merakit aplikasi di AWS dengan berbelanja di Home Depot: pengguna harus menyatukan banyak komponen sendiri. Pola itu, menurut tulisan tersebut, terasa semakin ketinggalan dibandingkan platform seperti Railway, Vercel, dan Cloudflare.
Baca juga: Instinct Raih Pendanaan Seri C US$1 Miliar dengan Valuasi US$10 Miliar
Platform-platform itu dinilai memiliki pendekatan yang lebih berorientasi pada pelanggan dan tidak membawa beban dukungan terhadap pelanggan AWS selama dua dekade terakhir. Vercel sendiri dibangun di atas AWS, sehingga AWS berperan sebagai pemasok infrastruktur bagi platform tersebut.
Penulis juga menyoroti pengalaman pribadinya menggunakan Vercel untuk sistem penerbitan buletin Last Week in AWS. Biayanya sekitar US$30 per bulan, dibandingkan biaya yang disebut hanya “pennies” di AWS, tetapi penulis menilai pengalaman pengguna di Vercel jauh lebih baik dan berencana memindahkan lebih banyak beban kerja ke sana.
Baca juga: Meta Luncurkan Platform AI untuk Bisnis, Rekrut CEO MongoDB
Artikel itu turut menyebut persaingan AWS dalam menjalin hubungan dengan perusahaan AI. OpenAI mulai menjalankan eksperimen besarnya di Azure pada 2016, lalu Microsoft meresmikan hubungan tersebut dengan investasi US$1 miliar. Belakangan, Amazon beralih dari kontrak cloud biasa menjadi investasi “hingga US$50 miliar”, sementara OpenAI memperluas komitmennya kepada AWS sebesar US$100 miliar pada awal tahun ini.
Kritik terhadap produk yang berorientasi SaaS
Menurut The Register, upaya AWS untuk bergerak ke produk yang lebih dekat dengan SaaS kerap berakhir buruk. Tulisan tersebut menyebut Amazon Connect sebagai pengecualian, meski layanan itu kini digunakan sebagai merek untuk berbagai hal selain layanan pusat panggilan yang dinilai berhasil.
Baca juga: UK Peringatkan GPT-6 Astra Lebih Sering Melakukan Serangan Rantai Pasok
Penulis juga mengkritik lapisan pengalaman agentik baru untuk penawaran CloudWatch yang diluncurkan pekan sebelumnya. Ia menyebutnya “CloudWatch Infinidash” dan mengatakan dirinya bersama agennya membutuhkan lebih dari tiga jam untuk mengonfigurasinya, meski ia tidak memulai dari nol. Amazon Quick juga dinilai tidak banyak berubah sejak diluncurkan, padahal perubahan mingguan dianggap lumrah di bidang tersebut.
Sebagai langkah yang lebih tepat, artikel itu menyarankan AWS berfokus menjadi pemasok infrastruktur yang unggul dan membuat pengalaman menggunakan layanannya lebih baik bagi perusahaan kecil, bukan hanya menawarkan kredit. Menurut penulis, kepercayaan pelanggan perlu dibangun saat mereka masih kecil agar dapat bertahan ketika bisnis mereka berkembang pesat.
















