VLOBS.COM – CEO Nokia Justin Hotard mengatakan industri teknologi dapat membangun pusat data dua kali lebih cepat jika tidak menghadapi kendala pasokan. Ia menyampaikan hal itu kepada CNBC dalam podcast “The Tech Download”.
Hotard mengatakan pelanggan Nokia kemungkinan akan mempercepat pembangunan jika kendala tersebut tidak ada. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur AI masih berada pada tahap awal.
Baca juga: Lola Vision Systems Kembangkan Software untuk Jalankan Model AI di Chip
Kekurangan chip memori utama dan energi termasuk kendala pasokan yang dihadapi sektor ini. Nokia menjual teknologi untuk menghubungkan rak chip di dalam pusat data serta menghubungkan pusat data di lokasi berbeda.
Baca juga: Etched Dikabarkan Tinjau Tawaran Valuasi Mulai US$40 Miliar
Peran Nokia dalam infrastruktur AI tampaknya menarik perhatian investor. Saham perusahaan itu naik sekitar 130% dalam setahun terakhir.
Meski demikian, industri masih memperdebatkan apakah pembangunan pusat data berlangsung terlalu cepat dan apakah permintaan akan cukup untuk menopangnya. Riset yang dipaparkan dalam Brookings Papers on Economic Activity memperkirakan investasi untuk pengembangan AI—mencakup pusat data, chip, dan infrastruktur terkait—mencapai US$10,3 triliun pada 2025 hingga 2032.
Baca juga: Saham SpaceX Naik Hampir 8%, Elon Musk Kembali Jadi Triliuner
Hotard mengatakan permintaan AI tidak hanya bergantung pada peluncuran model baru oleh laboratorium terdepan seperti Anthropic dan OpenAI. Ia menilai penerapan teknologi yang sudah tersedia masih dapat menghasilkan kemajuan besar, bahkan jika tidak ada model terdepan baru yang dirilis dalam tiga tahun ke depan.


















