VLOBS.COM – Sejumlah produsen China melihat pembangunan pusat data AI di Amerika Serikat sebagai peluang. S.K. Lee, wakil presiden global Brightray, mengatakan perusahaan melihat potensi besar di pasar AS dan permintaan yang lebih kuat dibandingkan di China.
Brightray, perusahaan infrastruktur AI yang terdaftar di Singapura, mengelola proyek pembangunan pusat data. Produsen tunggalnya adalah PrefabDC, perusahaan China yang membuat pusat data prefabrikasi.
Baca juga: Agen OpenAI Pindai Situs Statistik PBB Lebih dari 16.000 Kali
Data Stanford Institute for Human-Centered Artificial Intelligence menunjukkan AS memiliki 5.427 pusat data AI pada 2025, terbanyak dibandingkan negara lain. China tercatat memiliki 449 pusat data.
Alphabet, Microsoft, Meta, dan Amazon diperkirakan menggelontorkan sekitar 765 miliar dolar AS secara gabungan tahun ini untuk infrastruktur AI. CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon baru-baru ini mengatakan angka tersebut bisa mencapai 1 triliun dolar AS tahun depan.
Pemerintah China telah menguraikan rencana investasi 295 miliar dolar AS untuk pembangunan pusat data selama lima tahun ke depan. Namun, nilainya masih jauh di bawah investasi sektor swasta AS. Jeffrey Ding, pakar AI sekaligus asisten profesor di The George Washington University, mengatakan perusahaan China belum menghasilkan pendapatan sebesar perusahaan AS dari layanan AI. Ia juga menyebut permintaan terhadap layanan AI di China lebih rendah.
Baca juga: Trump Akan Makan Malam Privat dengan CEO Anthropic di Gedung Putih
Rantai pasok dan ketegangan geopolitik
AS menghadapi kekurangan sejumlah komponen penting, termasuk peralatan listrik. Benjamin Boucher, analis utama rantai pasok di Wood Mackenzie, mengatakan pasokan domestik terbatas dan waktu tunggu untuk beberapa komponen panjang. Menurutnya, China dapat menyediakan komponen tersebut dengan waktu yang lebih menguntungkan.
Perusahaan China telah memasok berbagai kebutuhan pusat data AS, termasuk transformator, baterai, dan kabel serat optik. Lee mengatakan rantai pasok China yang terintegrasi dan komprehensif menjadi alasan Brightray memiliki pabrik di Yangzhou, China.
Baca juga: CEO Anthropic Dario Amodei Akan Bertemu Trump dalam Jamuan Privat
Peluang itu dibayangi kekhawatiran pembuat kebijakan dan kalangan keamanan AS mengenai risiko keamanan siber serta ketergantungan pada China untuk infrastruktur penting. Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan larangan terhadap model AI open-weight dari China serta jenis komponen pusat data China yang baru. Boucher mengatakan perkembangan situasi politik dalam beberapa tahun mendatang akan memengaruhi arah hubungan tersebut.
Brightray menyebut pusat data prefabrikasi yang dibuat bersama PrefabDC dapat memangkas waktu konstruksi setidaknya setengahnya. Analis industri yang dikutip CNBC mengatakan pembangunan pusat data di AS rata-rata memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Metode prefabrikasi memungkinkan sebagian besar pusat data dibangun di lingkungan terkendali untuk melindunginya dari cuaca dan kejadian tak terduga di lokasi proyek.

















