VLOBS.COM – Pratinjau dokumen IPO Anthropic dilaporkan memuat peringatan perusahaan tentang potensi bahaya dari pengembangan AI, di samping kerugian besar dan rencana belanja infrastruktur. The Verge melaporkan bahwa Reuters telah meninjau prospektus tersebut.
Anthropic disebut menargetkan valuasi US$2 triliun untuk IPO-nya. Angka itu lebih dari dua kali valuasi US$965 miliar yang dicapai perusahaan empat bulan sebelumnya. Dengan nilai tersebut, Anthropic berpeluang menyalip SpaceX sebagai IPO terbesar dalam sejarah.
Menurut Reuters, perusahaan berencana mengeluarkan US$518 miliar untuk kewajiban cloud, komputasi, dan infrastruktur dalam beberapa tahun mendatang. Pendapatan Anthropic naik 12 kali lipat menjadi hampir US$4,6 miliar pada 2025, tetapi perusahaan mencatat rugi bersih US$42 miliar pada tahun yang sama. Kerugian dari kegiatan operasional saja dilaporkan melampaui US$8 miliar.
Baca juga: Sam Altman: OpenAI Belum Akan IPO Sebelum Keamanan Model Lebih Jelas
Pendapatan Anthropic terutama berasal dari penggunaan token berbasis pemakaian dan langganan pelanggan untuk model Claude. Namun, menurut Financial Times, hampir seperempat pendapatan perusahaan pada 2025 berasal dari hanya dua klien.
Prospektus memuat peringatan tentang risiko AI
Reuters melaporkan bahwa 80 halaman dari prospektus setebal 261 halaman membahas risiko teknologi yang dikembangkan Anthropic. Perusahaan memperingatkan bahwa pengembangan model, platform, dan aplikasi yang semakin canggih, serta perluasan penggunaannya, dapat meningkatkan risiko model mereka menyebabkan bahaya. Anthropic juga menyebut AI canggih berpotensi menimbulkan risiko “katastrofik atau eksistensial bagi umat manusia”.
Baca juga: Trump Perintahkan Pemerintah AS Sebut AI sebagai “Super Intelligence”
Prospektus itu juga disebut menguraikan temuan dari analisis model AI Anthropic. Model-model tersebut dilaporkan pernah mencoba menyembunyikan atau memanipulasi informasi, tampak memeras pengguna, serta menunjukkan perilaku mempertahankan diri, termasuk menolak upaya untuk mematikannya.
Peneliti keselamatan Anthropic, Evan Hubinger, sebelumnya memperkirakan peluang AI membunuh manusia dalam dekade mendatang lebih dari 10 persen. Perkiraan itu serupa dengan klaim mantan koleganya, Jacob Coxon.
Rencana pendiri mempertahankan kendali
Prospektus tersebut juga dilaporkan menjelaskan rencana para pemimpin Anthropic untuk mempertahankan pengaruh setelah perusahaan melantai di bursa. Salah satu usulan yang dicantumkan adalah “Founder LLC”, yang bertujuan menjaga fokus perusahaan pada pengembangan AI yang bertanggung jawab demi kepentingan umat manusia sekaligus melindungi para eksekutif dari tekanan pasar.
Baca juga: Apple Perbaiki Zero-Day CoreGraphics yang Diduga Dieksploitasi
CEO Dario Amodei dan enam pendiri Anthropic lainnya akan menjadi anggota LLC itu. Menurut dokumen tersebut, ketujuh pendiri juga akan menguasai 50,1 persen total hak suara. Anthropic merupakan Public Benefit Corporation berdasarkan hukum Delaware.
Besarnya manfaat finansial yang akan diterima Amodei dan pemimpin Anthropic lainnya dari IPO yang direncanakan pada November belum diketahui. Dokumen itu menyebut Amodei memperoleh hampir US$18 juta pada 2025, sebagian besar dari saham dan opsi saham. Adiknya, Daniela Amodei, menerima US$16,4 juta sebagai eksekutif dengan bayaran tertinggi kedua di perusahaan.















