VLOBS.COM – Pentagon menunjuk CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, salah satu pendiri Anduril Palmer Luckey, serta mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich untuk membantu mengidentifikasi kemampuan, teknologi, dan persenjataan yang mungkin dibutuhkan militer AS dalam perang mendatang. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan inisiatif bernama Project Meridian itu pada Rabu.
Baca juga: Grindr Akuisisi PurposeMed Senilai US$250 Juta untuk Ekspansi Kesehatan
Project Meridian akan berlangsung selama 120 hari dan menelaah perubahan peperangan dalam beberapa tahun hingga beberapa dekade ke depan. Hegseth mengatakan proyek tersebut bukan untuk menyusun strategi atau kebijakan baru, melainkan mengenali bidang yang perlu dikuasai serta kemampuan yang harus dimiliki militer AS.
Menurut Hegseth, proyek ini akan berfokus pada penemuan, pengembangan, dan penerapan persenjataan serta sistem yang mungkin dibutuhkan pasukan AS di medan perang, dari bawah tanah hingga melampaui bulan. Kepala teknologi Pentagon Emil Michael akan mengawasi proyek tersebut. Musk, Luckey, dan Gingrich menjadi pemimpin bersama, didampingi tim dari pemerintah, industri, akademisi, dan kalangan kebijakan.
Baca juga: Saham Meta Melonjak 27% pada September, Terbaik Sejak 2022
Perusahaan Musk dan Luckey juga bersaing untuk mendapatkan kontrak Departemen Pertahanan AS. Pada Mei, Space Force memberi SpaceX kontrak senilai US$4,16 miliar untuk membangun satelit pelacak dan penarget ancaman udara, beberapa hari setelah kontrak US$2,29 miliar untuk jaringan komunikasi satelit militer. Pada 2025, Korps Marinir AS memberikan Anduril kontrak senilai hingga US$642 juta untuk sistem antidrone.

















