VLOBS.COM – Grindr mengakuisisi PurposeMed, perusahaan induk penyedia layanan telehealth pencegahan HIV Freddie, dalam kesepakatan senilai US$250 juta. Perusahaan menyatakan akuisisi ini akan memperluas bisnisnya ke layanan kesehatan.
Berdasarkan ketentuan kesepakatan, Grindr akan membayar US$190 juta secara tunai dan US$60 juta dalam bentuk saham biasa. Ada pula tambahan pembayaran tunai hingga US$70 juta yang dikaitkan dengan kinerja Freddie pada 2027 dan akan dibayarkan pada 2028. Transaksi tersebut diperkirakan rampung pada kuartal IV.
Baca juga: Saham Meta Melonjak 27% pada September, Terbaik Sejak 2022
Ini merupakan akuisisi besar pertama Grindr sejak perusahaan berdiri pada 2009. CEO George Arison mengatakan kepada CNBC bahwa layanan kesehatan berpotensi menjadi lini bisnis dengan skala dan profitabilitas setara atau lebih besar daripada bisnis inti Grindr.
Akuisisi ini mendukung pengembangan Woodwork, platform kesehatan LGBTQ milik Grindr yang diluncurkan pada 2025. Arison mengatakan membangun layanan dengan skala serupa secara mandiri akan memerlukan waktu dua hingga tiga tahun.
Baca juga: Google Luncurkan Gemini 4 Argon, Model AI Termaju Google
Freddie didirikan di Kanada pada 2020 dan masuk ke Amerika Serikat pada 2024. Menurut Grindr, layanan itu kini tersedia bagi pasien di seluruh 50 negara bagian AS dan Washington, D.C., serta telah melayani lebih dari 55.000 pasien di AS dan Kanada. Layanannya mencakup telehealth, tes, resep, dan pengiriman obat.
Grindr memperkirakan bisnis telehealth dan farmasi gabungan di AS dapat menghasilkan lebih dari $400 per bulan dari setiap pasien aktif, atau lebih dari $4.800 per tahun bagi pasien yang menjalani perawatan selama setahun penuh. Pada skala 50.000 pasien di AS, Arison memperkirakan bisnis itu dapat mencatat pendapatan tahunan sekitar $240 juta.
Baca juga: Sam Altman Tolak Bersaksi dalam Sidang Senat soal Risiko AI Rogue
Melalui integrasi layanan Freddie ke aplikasi Grindr, pengguna nantinya dapat mencari informasi tentang PrEP, meninjau cakupan biaya, terhubung dengan klinisi, mengatur tes, memperoleh resep, dan mengelola pengisian ulang obat. Grindr memperkirakan sekitar 400.000 pengguna di AS saat ini mencantumkan penggunaan PrEP di profil mereka, sementara lebih dari dua juta pengguna AS lainnya berpotensi mendapat manfaat dari obat tersebut.
Perusahaan menyebut platform ini diperkirakan langsung menambah EBITDA Grindr. Namun, investasi untuk membangun operasi di AS pada awalnya akan menekan margin. Arison mengatakan Grindr akan menyampaikan detail investasi kepada pemegang saham pada November dan memperkirakan margin membaik seiring pertumbuhan skala, hingga mendekati margin bisnis inti yang lebih dari 40%.














