VLOBS.COM – Enam pemimpin perusahaan teknologi menandatangani Joint Commitment on Frontier Responsibilities, sebuah komitmen keselamatan AI yang disebut “mengikat secara moral”. Kesepakatan itu meminta perusahaan mengatur teknologi AI mereka sendiri dengan pedoman yang disebut masuk akal, tanpa konsekuensi yang dijelaskan jika kesepakatan dilanggar.
Penandatangan komitmen tersebut adalah Sundar Pichai dari Google, Dario Amodei dari Anthropic, Mark Zuckerberg dari Meta, Greg Brockman dari OpenAI, Elon Musk dari xAI, dan Jensen Huang dari Nvidia. Mereka menyampaikan dukungan terhadap rencana pengawasan mandiri itu setelah menghadiri jamuan bersama Presiden Donald Trump.
Baca juga: Satlyt Raih Pendanaan US$8 Juta untuk Jalankan AI di Satelit
Trump mengatakan kekhawatiran tentang keamanan AI yang sebelumnya ia sebut sebagai “hoaks” buatan Demokrat tidak lagi berlaku setelah ia mengganti nama teknologi tersebut menjadi “Super Intelligence”. Ia juga menepis kekhawatiran bahwa pemerintah kurang menegakkan perlindungan AI, dengan alasan perusahaan-perusahaan AS “mendominasi China”. Alih-alih mendorong regulasi federal, Trump mengatakan “orang-orang terpintar di dunia” akan saling mengawasi.
Pimpinan perusahaan menyoroti manfaat AI
Zuckerberg menyebut kesepakatan itu sebagai langkah awal yang dapat menjadi kesepakatan bersama bagi industri. Menurutnya, tujuannya adalah memberi masyarakat dan pelanggan di AS keyakinan bahwa teknologi tersebut bekerja sesuai yang diharapkan.
Brockman mengatakan AI dapat membantu usaha kecil, mendorong penemuan ilmiah, mendukung pengembangan obat, dan meningkatkan kehidupan masyarakat. Ia menilai kesepakatan serta kerja bersama di bawah kepemimpinan Trump penting untuk memastikan teknologi dikembangkan dengan aman.
Baca juga: Walmart Perluas Label Rak Digital Menyala untuk Cari Produk
Huang menyebut pengembangan AI sebagai revolusi industri terbesar dalam sejarah dan mengatakan pembangunan infrastruktur terkait menciptakan satu juta pekerjaan di AS. Ia juga berpendapat bahwa inovasi dan keselamatan dapat berjalan beriringan, serta mengatakan industri sedang mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kemampuan dan keamanan AI.
Pichai mengatakan industri perlu menangani risiko sekaligus memastikan produk dirilis dengan aman. Ia juga menyebut teknologi tersebut berpotensi memberi manfaat besar dan menilai momen itu bersejarah.
Baca juga: Micron Catat Lonjakan Pendapatan, Google Gulirkan Gemini 4 Argon
Musk menyoroti kemungkinan manfaat AI, yang sempat ia sebut “SI” sebagai koreksi atas istilah AI. Ia memperkirakan teknologi itu dapat menghadirkan kelimpahan dan layanan medis yang lebih baik. Menanggapi pertanyaan wartawan soal pekerjaan, Musk mengatakan pekerjaan akan berubah dan peran baru akan berkembang.
Amodei mengatakan AI memiliki manfaat besar, termasuk di bidang medis, tetapi juga membawa risiko nyata. Ia menambahkan bahwa mekanisme untuk menangani risiko tersebut masih dibahas dan semua pihak perlu bekerja sama agar pengembangan AI dapat berlangsung dengan aman.


















