VLOBS.COM – Google memperkenalkan Gemini 4 Argon, model AI terbarunya, dengan klaim peningkatan besar dalam coding, keamanan siber, dan penanganan tugas kompleks. Namun, perhatian investor dan konsumen juga tertuju pada kemampuan perusahaan menghadirkan agen AI personal.
Menurut tolok ukur industri, Argon menyamai OpenAI dalam salah satu pengujian keamanan siber dan mencatat hasil terdepan dalam rekayasa perangkat lunak. Harga awalnya ditetapkan sebesar US$2 per satu juta token masukan dan US$10 per satu juta token keluaran, sama dengan harga GPT-6.1 Sol milik OpenAI setelah diskon baru.
Persaingan agen AI konsumen turut menguat. Aplikasi Muse milik Meta, yang diluncurkan bulan lalu, melesat ke posisi teratas App Store Apple dan mengungguli ChatGPT. Menurut Sensor Tower, Muse telah mencapai lebih dari 5 juta unduhan per 30 September. OpenAI juga meluncurkan Dots, layanan agen personal untuk membantu menjalankan tugas bagi pengguna bisnis maupun konsumen.
Baca juga: Microsoft Rombak Copilot, Bidik Posisi sebagai OS untuk Kerja
Google memiliki basis pengguna besar melalui Gmail, Calendar, Chrome, dan Search. Pesan serta jadwal pengguna yang tersimpan di ekosistem tersebut berpotensi memberi perusahaan keunggulan dalam mengembangkan asisten yang bekerja lintas layanan. Namun, Spark, agen AI Google, masih terbatas bagi pelanggan berbayar, sedangkan Muse tersedia gratis dengan batas pemakaian.
Diluncurkan pada Mei di konferensi pengembang Google I/O, Spark dapat bekerja dengan Gmail dan Calendar, menjelajahi situs melalui Chrome, serta menyelesaikan tugas seperti mengisi formulir online. Layanan ini juga tersedia melalui aplikasi Google di perangkat seluler dan desktop.
Berbeda dari Muse, Spark belum dapat melakukan panggilan keluar atau menyelesaikan pembelian atas nama pengguna. Spark mengarahkan pengguna melalui proses pembelian, lalu menyerahkan kendali kepada mereka untuk persetujuan akhir.
Baca juga: MyMonthlyCar Tawarkan Sewa Bulanan untuk Mobil Bekas Dealer
Google sedang mengevaluasi apakah Argon dapat memperkuat Spark. Tulsee Doshi, kepala produk Gemini, mengatakan kepada CNBC bahwa Argon mampu menangani tugas rumit yang terdiri atas beberapa tahap dan dapat berlangsung lama. Google masih menilai penerapan model itu yang paling efektif.
Doshi mengatakan model yang lebih ringan tetap penting untuk menangani permintaan rutin pada agen sehari-hari. Model frontier yang lebih kuat dapat menyediakan kemampuan penalaran tambahan untuk tugas kompleks. Google juga menghadapi tantangan biaya karena model AI bertenaga tinggi mahal dijalankan, terutama pada agen yang beroperasi terus-menerus dan melakukan banyak tugas.
Baca juga: Kelompok Diduga Mata-Mata China Sasar Pakar Kebijakan AI AS
Google menyatakan harga Argon yang dipublikasikan nantinya akan naik dua kali lipat, menjadi US$4 per satu juta token masukan dan US$20 per satu juta token keluaran. Perusahaan perlu menentukan cara memadukan model-modelnya agar agen dapat menangani tugas yang makin rumit tanpa membuat biaya operasional terlalu tinggi.
Google mengikuti proses pengujian keselamatan sukarela pemerintah AS dan pada tahap awal membatasi akses Argon kepada sejumlah pembela keamanan siber serta pelanggan cloud perusahaan. Perusahaan berencana memperluas akses kepada pengembang, pelanggan perusahaan, dan konsumen, tetapi belum mengumumkan tanggal peluncuran publik.
Analis JPMorgan Chase menilai Google membutuhkan kemajuan berarti pada penawaran agen personalnya untuk membangkitkan antusiasme konsumen. Sementara itu, perhatian terhadap agen AI semakin mendesak bagi Google karena perusahaan lain berlomba membawa teknologi tersebut ke lebih banyak pengguna.

















