VLOBS.COM – CEO Anthropic Dario Amodei akan menghadiri jamuan makan malam privat bersama Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada Minggu. CNBC mengonfirmasi bahwa pertemuan itu akan menjadi pertemuan empat mata pertama antara keduanya.
Amodei tidak hadir dalam jamuan kenegaraan Trump untuk Presiden China Xi Jinping pada Kamis. Sejumlah pemimpin perusahaan teknologi, termasuk CEO OpenAI Sam Altman, CEO SpaceX Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO Meta Mark Zuckerberg, terlihat menghadiri acara tersebut. Menurut sumber yang mengetahui detailnya, Amodei berhalangan karena jadwal dan Trump kemudian mengundangnya untuk makan malam privat.
Baca juga: Google Uji Pembelian Produk Flipkart Langsung dari Gemini dan AI Mode
Pertemuan yang pertama kali dilaporkan Axios ini berlangsung ketika Anthropic bersiap menghadapi IPO yang secara luas diperkirakan akan menjadi salah satu yang terbesar. Hubungan perusahaan itu dengan pemerintahan Trump juga mengalami ketegangan selama sebagian besar tahun lalu.
Awal bulan ini, Amodei secara terbuka menyerukan agar industri AI memperlambat pengembangan model canggih dan lebih serius menangani potensi risikonya. Ia mengajukan proposal tiga langkah serta meminta pengawasan pemerintah tambahan. Trump mengkritik Amodei melalui unggahan di Truth Social.
Baca juga: OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan Model Paling Mampu
Sebelum seruan tersebut memicu perdebatan di sektor teknologi, hubungan Anthropic dengan pemerintahan Trump sempat terlihat membaik. Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan kepada Axios bahwa Anthropic “back on the right side”. Direktur OSTP Michael Kratsios juga mengatakan kepada CNBC bahwa pemerintah dan Anthropic berada “in a good cadence”, serta perusahaan itu terbuka dan aktif membagikan model kepada pemerintah sebagai bagian dari perintah eksekutif AI sukarela Trump.
Baca juga: Juri AS Putuskan Apple Harus Bayar Lebih dari US$5,7 Miliar dalam Sengketa Paten Haptik
Di sisi lain, perselisihan Anthropic dengan Departemen Pertahanan AS masih berlangsung. Perundingan mengenai penggunaan model perusahaan oleh militer kandas setelah kedua pihak tidak mencapai kesepakatan. Pentagon menginginkan akses tanpa batas untuk semua tujuan yang sah, sementara Anthropic meminta jaminan teknologinya tidak digunakan untuk senjata otonom penuh atau pengawasan massal domestik.
Setelah perundingan gagal, Departemen Pertahanan menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok. Perusahaan menggugat pemerintahan Trump untuk membatalkan penetapan itu, tetapi panel pengadilan banding federal di Washington, D.C., pada Jumat menguatkan tindakan Pentagon. Anthropic masih dapat meminta sidang ulang atau mengajukan permohonan agar Mahkamah Agung menangani perkara tersebut.


















