VLOBS.COM – Huawei mengklaim lini chip AI Ascend telah melampaui Nvidia dalam pangsa pasar China. Pernyataan itu disampaikan Eric Xu, rotating chairman Huawei, dalam rilis tanya jawab perusahaan pekan ini. Ia mengatakan klaim tersebut didasarkan pada data yang dikumpulkan Huawei, meski data pangsa Nvidia di China sulit dihimpun.
Xu menyebut chip Huawei mungkin belum secanggih produk pesaing, tetapi pasokannya dinilai lebih terjamin. Menurutnya, kondisi itu mengurangi kekhawatiran pelanggan terhadap ketersediaan chip. Ia juga mengatakan Huawei belum memiliki kapasitas untuk memenuhi seluruh permintaan di China dan tidak berencana memperluas pasar internasional secara penuh.
Baca juga: Data Personel Pentagon Dicuri dalam Kebocoran Berbulan-bulan
Huawei memprioritaskan pelanggan domestik yang membutuhkan kapasitas komputasi dengan segera. Di luar China, Xu mengatakan perusahaan hanya memasok sejumlah kecil pelanggan yang tidak memiliki akses ke alternatif lain atau menginginkan pilihan berbeda.
Pasokan chip dan pengembangan ekosistem
Klaim Huawei muncul setelah kebijakan ekspor Amerika Serikat terhadap akselerator AI untuk China mengalami beberapa perubahan. Pemerintah AS pada April 2025 memberlakukan persyaratan lisensi baru untuk akselerator Nvidia dan AMD yang ditujukan ke China, lalu membalikkan kebijakan tersebut pada musim panas. Belakangan, pembatasan dilonggarkan sehingga Nvidia diizinkan menjual chip H200 kepada pelanggan China yang disetujui.
Baca juga: OpenAI Ungkap Kampanye Distilasi Model yang Dikaitkan dengan Moonshot AI
Namun, pembatasan awal terhadap H20 telah mendorong pejabat pemerintah China meminta operator pusat data beralih dari akselerator asing ke produk dalam negeri. Dalam laporan The Register, eksekutif Nvidia menyatakan pengiriman H200 ke kawasan itu baru dimulai dalam jumlah kecil dan menyumbang kurang dari 1 persen pendapatan pusat data perusahaan.
Baca juga: Apple Absen dari Jamuan AI Trump, Fokus Acara Jadi Sorotan
Liao Heng, kepala ilmuwan HiSilicon milik Huawei, mengatakan hambatan utama Ascend bukan perangkat keras, melainkan ekosistem perangkat lunak. Ia menilai situasi berubah drastis dalam 18 bulan terakhir seiring perubahan arsitektur model yang mendorong pengembang menggunakan pemrograman bergaya mega-kernel. Menurut Liao, CUDA tidak lagi dianggap sepenting dua tahun sebelumnya oleh laboratorium terdepan.
DeepSeek dilaporkan telah bekerja dengan chip Huawei selama lebih dari setahun. Pekan ini, perusahaan tersebut juga dilaporkan merilis sejumlah alat perangkat lunak untuk memudahkan laboratorium AI lain menggunakan akselerator Ascend.















