VLOBS.COM – CEO Intel dan Broadcom memperingatkan bahwa akses terhadap modal dapat menjadi kendala besar bagi perkembangan AI. Peringatan itu muncul ketika permintaan infrastruktur komputasi masih melampaui pasokan.
CEO Broadcom Hock Tan menilai pendanaan bisa menjadi hambatan yang lebih besar bagi ekspansi AI dibandingkan kekurangan semikonduktor, chip memori, atau listrik. Ia menyampaikan pandangan tersebut di DBS Asia Future Forward Conference di Singapura pada Senin.
Baca juga: CEO TikTok Prediksi AI Picu Terobosan Sains dalam Tiga Tahun
CEO Intel Lip-Bu Tan juga menyoroti kenaikan biaya modal dan pertanyaan mengenai apakah perusahaan yang berinvestasi besar di AI nantinya mampu memperoleh imbal hasil yang memadai. Ia mengatakan perusahaan perlu menunjukkan hasil nyata dari investasi AI, termasuk melalui peningkatan efisiensi dan model bisnis baru.
Kekhawatiran itu muncul di tengah belanja besar untuk pusat data, chip canggih, dan infrastruktur listrik. Kenaikan imbal hasil obligasi dapat membuat pendanaan pembangunan pusat data dan pembelian chip lebih mahal. Tekanan tersebut berpotensi memengaruhi keekonomian proyek yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan imbal hasil.
Baca juga: Evaluator Independen AI Jadi Sorotan di Tengah Debat Keamanan
Hock Tan mengatakan industri berulang kali menghadapi hambatan pasokan selama dua tahun terakhir, tetapi beberapa kendala itu dapat mereda seiring bertambahnya kapasitas produksi. Ia memperkirakan kekurangan wafer bisa berkurang pada 2028 atau 2029, sementara ketersediaan listrik juga dapat membaik saat infrastruktur baru mulai beroperasi.
Baca juga: Colossal Nilai Riset Spesies Punah Bisa Bantu Kesehatan Manusia
Meski menyoroti persoalan pendanaan, kedua eksekutif tetap optimistis terhadap permintaan jangka pendek. Hock Tan mengatakan kebutuhan akan infrastruktur komputasi lebih besar daripada pasokan, dan ketimpangan itu dapat bertahan hingga 2029 bahkan berlanjut ke 2030. Lip-Bu Tan juga menilai industri kemungkinan tidak mengalami perlambatan signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Keberlanjutan pertumbuhan setelah beberapa tahun mendatang akan bergantung pada kecepatan adopsi AI oleh bisnis dan manfaat ekonomi yang dihasilkan. Hock Tan memperingatkan permintaan komputasi dapat melambat jika adopsi model AI canggih mengecewakan atau peningkatan kemampuannya mulai mendatar.















