VLOBS.COM – Meta memperkenalkan Muse Wonder, model kecerdasan buatan terbaru yang menurut perusahaan menjadi opsi paling canggih untuk mengoperasikan asisten digital. Namun, pengguna perlu berlangganan untuk mengaksesnya melalui aplikasi agen personal Muse.
Langganan bulanan aplikasi Muse tersedia dengan harga US$20 atau US$100. Peluncuran Muse Wonder menandai upaya Meta mencari sumber pendapatan baru dari AI di luar bisnis iklan daring utamanya.
Baca juga: Intel dan Broadcom: Modal Bisa Jadi Hambatan Terbesar AI
Kepala AI Meta, Alexandr Wang, mengatakan model yang memiliki nama kode Watermelon itu dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan agen personal dan profesional. Model tersebut dilatih agar dapat mencoba pendekatan lain saat menemui hambatan, alih-alih berhenti dan meminta pengguna memeriksa kembali tugas seperti memesan meja makan atau mengecek ketersediaan.
Dalam unggahan blog, Meta menyebut Muse Wonder memiliki perlindungan terkuat perusahaan sejauh ini terhadap penyalahgunaan siber. Untuk saat ini, perlindungan tersebut hanya tersedia pada model berbayar.
Akses bagi pengembang dan keluhan pengguna
Muse Wonder juga akan tersedia bagi pengembang yang membayar akses melalui Meta Model API. Wang mengatakan biayanya akan lebih tinggi daripada paket berlangganan standar karena model itu berukuran jauh lebih besar dan berada pada tingkat terdepan. Meski demikian, menurut Wang, harganya akan tetap jauh di bawah model-model terkemuka dari OpenAI dan Anthropic.
Baca juga: CEO TikTok Prediksi AI Picu Terobosan Sains dalam Tiga Tahun
Meta juga menawarkan varian yang lebih kuat, Muse Wonder Full, khusus untuk pengembang yang mendaftar ke Muse Code, agen AI perusahaan yang berfokus pada rekayasa perangkat lunak. Paket bulanannya seharga US$50 atau US$200.
Aplikasi Muse, yang diluncurkan bulan sebelumnya, sempat menduduki posisi teratas di App Store Apple. Aplikasi itu dapat digunakan secara gratis, dengan paket langganan untuk penggunaan lebih banyak.
Baca juga: Evaluator Independen AI Jadi Sorotan di Tengah Debat Keamanan
Wang mengatakan tim AI Meta memantau insiden atau masalah terkait penggunaan agen di Muse untuk memahami dan mengatasinya. Sejumlah pengguna mengeluhkan di media sosial bahwa agen tersebut mengakses pesan pribadi tanpa izin, tetapi perusahaan membantahnya.
Menurut Wang, Meta berupaya memberi pengguna pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan aplikasi. Ia mengatakan sebagian pengguna mungkin pernah memberi izin untuk komunikasi tertentu dalam percakapan, lalu lupa bahwa izin itu telah diberikan. Meta, lanjutnya, mengedukasi pengguna agar mereka dapat mempercayai produk tersebut.















