VLOBS.COM – Microsoft menjadikan Windows 11 sebagai fondasi rencananya untuk membangun sistem operasi yang dapat bekerja dengan agen AI. Dalam acara Windows dan Surface pekan ini, perusahaan memaparkan dukungan untuk agen serta model AI lokal yang dapat berjalan tanpa bergantung pada layanan cloud berbiaya tinggi.
CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan perusahaan mulai membicarakan perubahan dalam ekosistem teknologi. Kepala Windows Pavan Davuluri kemudian memaparkan sejumlah demonstrasi, termasuk GitHub Copilot yang melakukan pemrograman secara lokal, pilihan model yang dapat dijalankan di perangkat, serta integrasi Copilot yang lebih dalam di Windows.
Baca juga: Anthropic Putus Akses Internet Langsung untuk Evaluasi AI Internal
Namun, laporan The Verge menilai demonstrasi tersebut belum memperlihatkan manfaat praktis yang jelas bagi pengguna Windows pada umumnya. Sejumlah contoh lebih ditujukan kepada pengembang dan pembuat konten, kelompok yang ingin dirangkul Microsoft untuk mewujudkan visi sistem operasi berbasis agen AI.
RTX Spark menyasar pengembang dan kreator
Microsoft memperkenalkan Surface Laptop Ultra sebagai perangkat unggulan untuk mendorong visi tersebut. Perangkat ini ditenagai chip Nvidia RTX Spark dan, menurut Microsoft, memiliki daya GPU untuk menjalankan model AI lokal dengan lebih dari 120 miliar parameter.
Surface Laptop Ultra dibanderol mulai US$2.599. Laptop RTX Spark serupa juga ditawarkan Asus, Dell, HP, Lenovo, dan MSI; harga sejumlah PC dengan chip tersebut dapat mencapai US$6.999. The Verge mencatat, perangkat mahal ini kemungkinan lebih relevan bagi pengembang AI yang dapat menghemat biaya token dengan menjalankan model secara lokal.
Baca juga: Vegalabs Hadapi Tagihan Claude US$17.600 di Microsoft Foundry
Bagi pengguna lain, salah satu pembaruan Windows 11 yang mendapat perhatian adalah antarmuka Windows Search. Microsoft merombak tampilannya agar lebih modern dan cepat, dengan hasil pencarian yang muncul langsung di antarmuka serta penggunaan yang lebih menyerupai peluncur aplikasi.
Manfaat untuk pengguna umum masih perlu dibuktikan
Microsoft sebelumnya memperkenalkan Copilot Plus PC dengan fokus pada chip NPU untuk menjalankan fitur AI sehari-hari. Namun, menurut laporan The Verge, sejauh ini hanya sejumlah kecil alat untuk foto, video, dan produktivitas yang memanfaatkan NPU. Fitur Recall, yang semula diproyeksikan menjadi andalan, juga menghadapi kekhawatiran privasi dan penundaan peluncuran.
Baca juga: Model Anthropic Kirim Tip Pembunuhan Palsu ke Polisi Philadelphia
PC RTX Spark mungkin lebih menarik bagi pengembang dan kreator yang membutuhkan model besar serta berpeluang mengurangi biaya penggunaan token. Namun, The Verge menilai perangkat semacam ini masih menyasar pasar khusus. Agar menjangkau pengguna umum, Microsoft dan mitranya perlu membawa kemampuan serupa ke perangkat yang lebih terjangkau dan menunjukkan manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari.
Microsoft juga menghadapi kemungkinan meningkatnya kompatibilitas aplikasi desktop Linux seiring penggunaan agen AI yang berjalan di cloud pada mesin virtual Linux. Laporan The Verge menilai hal itu menjadi salah satu alasan Microsoft ingin membuat Windows lebih ramah terhadap agen AI. Perusahaan ingin mempertahankan posisi Windows di tengah perubahan cara orang menggunakan komputer.


















