VLOBS.COM – Ben Affleck menjadi perbincangan setelah sejumlah klip wawancaranya tentang kecerdasan buatan menyebar luas di internet. Aktor tersebut membahas teknologi AI, jaringan saraf, machine learning, serta penerapannya dalam pembuatan film.
Dalam wawancara untuk seri GQ “One More Question”, Affleck mengatakan ketertarikannya pada komputer sudah tumbuh sejak muda. Ia juga menyebut dapat menulis skrip Python sederhana dan menjelaskan istilah seperti transformer, tensor, GPU, dan inference kepada pewawancara Zach Baron.
Baca juga: Microsoft 365 Family Segera Bisa Berbagi Akses AI Copilot
Affleck bercerita bahwa minatnya pada teknologi berkembang ketika produksi film analog beralih ke digital. Menurutnya, machine learning telah digunakan dalam alur kerja efek visual, termasuk untuk mengenali pola dan membantu menghapus gambar green screen.
Ia juga mengatakan pernah mengunjungi OpenAI untuk melihat teknologi AI yang sedang dikembangkan. Pengalaman itu, menurut Affleck, mendorongnya untuk terlibat lebih langsung di bidang tersebut.
Baca juga: Oracle Hadirkan Fusion Claw untuk Mengendalikan Agen AI Bisnis
Affleck menyatakan bahwa ia mendirikan startup AI untuk mendukung proses pembuatan film tanpa menggantikan para pembuatnya. Ia mengatakan perusahaannya membuat dataset sendiri melalui proses pengambilan gambar selama sekitar delapan bulan. Dataset itu digunakan sebagai pelatihan tahap lanjut bagi model terbuka untuk tugas-tugas tertentu.
Dalam wawancara terpisah dengan Lucas Shaw dari Bloomberg di konferensi Screentime 2026 di Los Angeles, Affleck membahas penyempurnaan model video terbuka dengan membuka bobotnya dan melatihnya agar memenuhi standar sinematik. Ia mengatakan pendekatan tersebut memungkinkan kru film memanfaatkan hasil pelatihan model untuk proyek mereka sambil mempertahankan karya yang bersifat proprietari.
Baca juga: Microsoft Dorong Windows 11 Menjadi Sistem Operasi Berbasis Agen AI
Teknik itu digunakan dalam filmnya, “Animals”, untuk membantu proses pascaproduksi. Startup AI pembuatan film milik Affleck dijual kepada Netflix pada tahun ini. Angka penjualan sebesar US$587 juta yang dilaporkan sebelumnya ia bantah, dengan alasan ia tidak memiliki seluruh perusahaan.
Affleck mengatakan kekhawatirannya terhadap AI lebih berkaitan dengan dampaknya pada pendidikan dan penggunaan yang bertanggung jawab. Ia juga menilai teknologi tersebut akan menjadi tambahan bagi industri film, bukan mengambil alihnya secara berarti.
















