VLOBS.COM – FBI menyatakan telah bekerja sama dengan mitra penegak hukum untuk menangkap beberapa tersangka dalam penyelidikan atas peretasan pada September yang diduga melibatkan kelompok pencurian data dan pemerasan ShinyHunters. Informasi itu disampaikan FBI kepada The Register.
Juru bicara FBI mengatakan penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung. FBI tidak mengungkap detail penangkapan, termasuk mengenai Saif al-Din Khader, yang menurut laporan Reuters ditahan di Yordania dan diduga menjadi anggota ShinyHunters.
Baca juga: OpenAI Uji Iklan Visual ChatGPT Saat Pengguna Membuat Gambar
Khader, yang menggunakan alias Rey, dilaporkan ditahan pada 29 September dan disebut bekerja sama dengan FBI untuk mengidentifikasi anggota kelompok lainnya. ShinyHunters tidak menanggapi pertanyaan The Register mengenai penangkapan itu maupun dugaan keterlibatan Khader.
Jurnalis keamanan Brian Krebs sebelumnya menyebut Khader sebagai “technical operator and public face” dari Scattered LAPSUS$ Hunters. Penyelidik keamanan Kevin Beaumont juga mengaitkannya dengan peretasan Jaguar Land Rover (JLR).
Serangan terhadap JLR terjadi pada akhir Agustus 2025 dan berdampak pada sistem TI serta menghentikan kegiatan manufaktur perusahaan. Sistem dealer ikut terganggu, sementara pemasok menghadapi pembatalan atau penundaan pesanan. Para pelaku juga mencuri data penggajian pribadi ribuan karyawan JLR. Serangan itu dikaitkan dengan Scattered LAPSUS$ Hunters.
Baca juga: Sam Altman: Dampak Buruk AI Perlu Ditoleransi demi Manfaat Besar
Penahanan Khader terjadi dua minggu setelah Kepolisian Nasional Belanda menangkap seorang pria berusia 24 tahun yang disebut FBI sebagai salah satu pemimpin ShinyHunters. Polisi Belanda tidak mengungkap identitasnya, tetapi Krebs dan sejumlah laporan menyebut pria itu adalah Pepijn van der Stap.
Van der Stap dihukum pada 2023 karena meretas dan memeras sejumlah organisasi, dan berada dalam pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman tiga tahun penjara. Ia juga pernah bekerja sebagai software engineer di startup keamanan siber Hadrian yang berbasis di Amsterdam serta menjadi peneliti keamanan sukarela di Dutch Institute for Vulnerability Disclosure.
Baca juga: Riset: Hanya 34% Proyek AI Agent Perusahaan Masuk Produksi
Setelah penangkapan tersebut, asisten direktur Divisi Siber FBI Brett Leatherman menyampaikan pesan kepada anggota ShinyHunters yang masih beroperasi. Ia mengatakan penangkapan dapat mengubah kesediaan seseorang untuk berbicara, sementara infrastruktur yang disita dapat membantu mengungkap siapa yang masih tersisa.
Pada akhir September, ShinyHunters meretas portal FBIJobs.gov dan mengklaim telah mencuri data pribadi sensitif milik pegawai FBI saat ini, mantan pegawai, serta calon pegawai. Seorang juru bicara kelompok itu mengatakan kepada The Register bahwa serangan tersebut bukan bermotif finansial dan menyebutnya sebagai inisiatif hubungan masyarakat serta pemasaran untuk bisnis mereka.


















