VLOBS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa Zohar Pinhasi atas dugaan penipuan terhadap klien yang terdampak ransomware. Pinhasi, yang juga menggunakan nama “Zack Silver” dan “Zack Green”, disebut menjalankan MonsterCloud, perusahaan asal Florida yang menyarankan korban agar tidak membayar penyerang karena mengaku dapat memulihkan data terenkripsi.
Baca juga: Healthleap Raih Pendanaan US$38 Juta untuk AI Rumah Sakit
Menurut keterangan Departemen Kehakiman, Pinhasi mengklaim perusahaannya mampu membuka file tanpa membayar pelaku ransomware, dengan menggunakan perangkat khusus dan teknik dekripsi tingkat lanjut. Namun, jaksa menuduh ia memakai sebagian biaya yang dibayar klien untuk melunasi tebusan, lalu menyimpan sisanya. Klien disebut kerap ditagih jauh lebih tinggi daripada nilai tebusan yang dibayarkan.
Dalam salah satu kasus, Pinhasi diduga menagih seorang klien sebesar 150.000 dolar AS, membayar tebusan 8.200 dolar AS, dan mengambil sisanya tanpa mengungkapkan bahwa pembayaran telah dilakukan. Secara keseluruhan, dakwaan menyebut ia menagih klien lebih dari 19 juta dolar AS dan membayar lebih dari 8 juta dolar AS kepada penyerang ransomware.
Baca juga: AWS Rilis Strands Box, Sandbox untuk Mengendalikan Agen AI
Dakwaan juga menyoroti klaim di situs MonsterCloud mengenai teknik dekripsi tingkat lanjut dan teknologi mutakhir. Dokumen itu menyebut situs perusahaan memuat testimoni serta materi promosi, termasuk dari setidaknya satu juru bicara berbayar. Pada Mei 2019, juru bicara tersebut mempertanyakan praktik bisnis Pinhasi dan apakah MonsterCloud benar-benar memiliki perangkat lunak khusus untuk mendekripsi data. Pinhasi dilaporkan menjawab bahwa perusahaan tidak memiliki teknologi khusus tersebut.
Baca juga: OpenAI Dots Hadapi Gangguan, Proyek Open Source Bermunculan
Pinhasi menghadapi dua dakwaan penipuan melalui komunikasi elektronik (wire fraud) dan satu dakwaan konspirasi untuk melakukan wire fraud. Jika terbukti bersalah, ia dapat dijatuhi hukuman hingga 20 tahun untuk setiap dakwaan. FBI menangani penyelidikan ini. Dokumen dakwaan juga menyebut adanya beberapa rekan konspirator yang identitasnya diketahui maupun belum diketahui, termasuk karyawan dan kontraktor MonsterCloud.
















