VLOBS.COM – Walmart memperluas fitur Shop to Light, yang memungkinkan pelanggan mencari produk melalui aplikasi, menuju lorong yang tepat, lalu menyalakan label rak digital untuk menemukan barang tersebut. Perluasan ini dilakukan setelah program percontohan.
Sejak mulai diluncurkan secara terbatas pada musim panas ini, Shop to Light telah digunakan untuk menyalakan label sebanyak 5 juta kali. Greg Cathey, wakil presiden senior transformasi digital Walmart, mengatakan fitur tersebut dipasangkan dengan Pick to Light dan Stock to Light.
Baca juga: Micron Catat Lonjakan Pendapatan, Google Gulirkan Gemini 4 Argon
Pick to Light dan Stock to Light menggunakan kemampuan serupa untuk membantu pegawai mengambil barang bagi pesanan digital dan mengisi stok. Ketiga fitur itu akan diluncurkan di seluruh toko Walmart pada musim liburan, kata Cathey.
Baca juga: AI untuk Coding Tagihan Rumah Sakit Picu Kekhawatiran Biaya
Walmart memiliki sekitar 120.000 jenis barang di tokonya. Perusahaan menyebut fitur-fitur tersebut dapat membantu pelanggan menemukan produk tertentu dan memberi pegawai lebih banyak waktu saat mengambil barang maupun mengisi stok.
Walmart telah memasang label rak digital di lebih dari 4.300 toko dan memperkirakan pemasangannya di seluruh jaringan selesai pada akhir tahun. Menurut Cathey, sekitar 90% bagian di dalam toko saat ini sudah menggunakan label digital. Harga pada label diubah semalam, saat pelanggan tidak berada di toko, dengan pengawasan manusia.
Baca juga: SpaceX Siapkan Peluncuran Chip AI Google ke Orbit untuk Uji Suncatcher
Penggunaan label digital dan dorongan Walmart terhadap AI memicu kekhawatiran mengenai harga dinamis dan privasi data pelanggan. CEO Walmart John Furner mengatakan perusahaan menetapkan harga berdasarkan produk, bukan pelanggan, dan tidak berencana menggunakan informasi pelanggan untuk menentukan harga.
















