VLOBS.COM – Yandex menghentikan operasi di salah satu pusat data utamanya pada Kamis setelah serangan drone memicu kebakaran di fasilitas tersebut. Pusat data itu berada di Sasovo, Ryazan, wilayah barat Rusia. Dalam pernyataan kepada CNBC, perusahaan mengatakan serangan tersebut berdampak pada sebagian infrastrukturnya.
Menurut Yandex, fasilitas itu telah berhenti beroperasi sepenuhnya. Perusahaan memperingatkan bahwa sejumlah layanannya mungkin tidak tersedia bagi pengguna. Yandex juga menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Layanan darurat berada di lokasi untuk menangani dampak serangan.
Baca juga: Perusahaan Konstruksi Bangkrut Setelah Menolak Bantuan Keamanan
Yandex berkantor pusat di Moskow dan dikenal sebagai “Google-nya Rusia”. Perusahaan itu menyediakan mesin pencari yang paling banyak digunakan di negara tersebut. Yandex juga mengembangkan YandexGPT, yang disebut sebagai model AI generatif terkemuka di kawasan itu.
Baca juga: Huawei Perkuat Bisnis Ponsel saat Pasar Mobil Listrik Melambat
Ukraina belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pusat data Yandex. Namun, Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur Rusia dalam beberapa bulan terakhir, termasuk terhadap sektor energi dan kilang minyak Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pernah mengatakan kilang minyak Rusia digunakan untuk “mendanai perang dan pembunuhan warga Ukraina”. Pekan lalu, ia menyatakan Ukraina akan meningkatkan serangan terhadap kilang-kilang tersebut sebagai respons atas kebijakan baru serangan udara Moskow, yang menurutnya dirancang untuk memaksa warga meninggalkan Kyiv dan kota-kota lain.
Baca juga: Manus Raih Pendanaan Lebih dari US$500 Juta Usai Pisah dari Meta
Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap Wildberries, perusahaan ritel besar Rusia yang disebut sebagai bagian penting dari infrastruktur konsumen negara itu. Serangan terhadap Yandex terjadi di tengah rangkaian serangan terhadap infrastruktur Rusia tersebut.













