VLOBS.COM – OpenAI mencari pendanaan hingga US$20 miliar dalam putaran terbaru, turun dari target sebelumnya yang mencapai US$30 miliar. CNBC mengonfirmasi perubahan target tersebut pada Sabtu.
Putaran pendanaan masih berlangsung dan belum ditutup, sehingga nilainya dapat berubah. Informasi itu disampaikan kepada CNBC oleh seseorang yang mengetahui langsung kesepakatan tersebut, dengan syarat identitasnya tidak disebutkan karena tidak berwenang membahasnya secara terbuka. OpenAI belum segera menanggapi permintaan komentar.
Baca juga: Binance Pulihkan Dukungan untuk 90% Aset dari Peretasan
Financial Times lebih dulu melaporkan bahwa OpenAI memangkas target pendanaan sebesar US$10 miliar. Menurut FT, perusahaan pengembang ChatGPT itu juga akan mencari valuasi pascapendanaan sebesar US$1,25 triliun. FT menyebut OpenAI menetapkan Jumat sebagai tenggat bagi investor untuk berkomitmen pada putaran terbaru, sementara sebagian investor memilih mengurangi alokasi mereka.
Investor dari Uni Emirat Arab memimpin putaran tersebut bersama Coatue, menurut laporan CNBC sebelumnya.
Baca juga: Belanja AI Tekan Arus Kas, Raksasa Teknologi Andalkan Bisnis Lama
Kabar pengurangan target muncul setelah investor mempertanyakan apakah belanja perusahaan teknologi besar untuk AI, terutama pembangunan pusat data dan pengadaan GPU, akan menghasilkan imbal hasil yang memadai.
Baca juga: Investigasi Peretasan Binance Berpacu Selamatkan Dana $6,3 Miliar
Saham yang terkait AI melemah pada Jumat. Intel turun 25% setelah memberikan panduan pendapatan yang kurang memuaskan, Micron turun 5,5%, sedangkan Nvidia merosot 4%.
Microsoft, Google milik Alphabet, dan Amazon telah meningkatkan belanja dalam beberapa tahun terakhir untuk memenuhi lonjakan permintaan infrastruktur AI. Namun, angka atau proyeksi belanja modal yang mereka sampaikan pekan lalu berada di bawah perkiraan analis. Alphabet mengalami hari perdagangan terburuknya pada Kamis setelah pendapatan pencariannya tidak mencapai ekspektasi. Chief business officer Alphabet, Philipp Schindler, mengatakan dampak pada pencarian itu sebagian disebabkan monetisasi yang lebih rendah di AI Mode.















