VLOBS.COM – Peran Nvidia sebagai penyandang dana pembangunan infrastruktur AI menghadapi ujian besar ketika kondisi kredit mengetat bagi sejumlah mitra neocloud. Sebagian investor menilai dukungan finansial perusahaan itu membawa risiko yang besar seiring ekspansi industri AI.
Dalam laporan keuangan kuartalan terakhir yang disebut CNBC, Nvidia memiliki perjanjian dukungan untuk layanan cloud AI di luar neraca senilai US$36 miliar. Perusahaan juga menjamin hingga US$105 miliar untuk chip, lahan, dan daya pada rencana pusat data OpenAI berkapasitas 10 gigawatt di Ohio. Selain itu, Nvidia menandatangani sewa pusat data masa depan senilai US$20 miliar yang nantinya akan dialihkan kepada pihak ketiga.
Baca juga: Wacana Merger SpaceX-Tesla Jadi Sorotan Usai Laporan Kinerja
Sebagian besar dukungan tersebut baru mengharuskan Nvidia membayar jika pihak dalam proyek gagal memenuhi kewajibannya. Namun, saham CoreWeave, Nebius, dan IREN—perusahaan neocloud yang merugi dan masuk dalam portofolio Nvidia—masing-masing turun setidaknya 30% bulan ini. Selisih pada credit default swap CoreWeave, perusahaan terbesar dalam kelompok itu, telah melampaui 11%.
Nvidia juga berinvestasi di penyedia cloud AI asal Australia Firmus, yang menarik rencana IPO bulan ini, serta Nscale dari Inggris dan SB Energy yang didukung SoftBank. Nscale dan SB Energy mengajukan rencana untuk melantai di bursa AS pada September, tetapi belum memberikan pembaruan dalam beberapa pekan.
Baca juga: GTC Berlin: Nvidia Soroti Tekanan Modal di Sektor Neocloud
Jensen Huang mengatakan kepada CNBC bahwa permintaan terhadap neocloud “off the charts”, sementara keterbatasan modal menjadi kendala untuk mendukung pertumbuhan. Ia juga menyebut CoreWeave tidak membutuhkan dukungan Nvidia dan biaya modal perusahaan tersebut sedang menurun. CoreWeave memiliki total utang sekitar US$51,6 miliar, termasuk sekitar US$35 miliar dalam bentuk surat utang, obligasi, dan pinjaman.
Baca juga: Tekanan Infrastruktur AI Meningkat, Solidigm Batalkan Rencana IPO
Di sisi lain, Nvidia memiliki komitmen di luar neraca lebih dari US$500 miliar untuk beberapa tahun ke depan, menurut laporan keuangan kuartalan terbarunya pada Agustus. Pada bulan yang sama, Huang mengumumkan kemitraan dengan enam pengelola aset besar untuk mendorong pendanaan US$500 miliar bagi infrastruktur komputasi. Kesepakatan itu mencakup jaminan nilai residu hingga US$125 miliar untuk pembiayaan GPU.
Perusahaan riset keuangan New Constructs memperkirakan nilai kini bersih kewajiban Nvidia di luar neraca pada tahun fiskal 2026 mencapai lebih dari US$153 miliar, naik lebih dari US$100 miliar dibanding tahun sebelumnya. Moody’s mengatakan jaminan menjadi jenis pengaturan pembiayaan di luar neraca yang pertumbuhannya paling cepat pada 2026, dan menyatakan risiko dari struktur tersebut terus dipantau.















