VLOBS.COM – New Constructs menyebut rencana penawaran umum perdana (IPO) Anthropic sebagai IPO “paling konyol” pada 2026. Firma riset keuangan independen itu menilai perusahaan kecerdasan buatan tersebut hanya bernilai US$150 miliar, sementara Anthropic disebut tengah mengarah ke potensi valuasi US$2 triliun di Nasdaq.
Dalam laporan yang diterbitkan Selasa, New Constructs memperkirakan Anthropic perlu menghasilkan laba dua kali lipat dari laba Nvidia selama 12 bulan terakhir untuk mencapai valuasi tersebut. Nvidia mencatat laba bersih lebih dari US$190 miliar dalam empat kuartal terakhir.
Baca juga: Trump Beri Medali Sains dan Teknologi kepada Musk hingga Dell
Menurut Reuters, yang mengutip salinan prospektus Anthropic yang bocor, pendapatan perusahaan itu pada 2025 mencapai US$4,6 miliar, sedangkan kerugian bersihnya sebesar US$42 miliar. Anthropic belum memublikasikan prospektusnya, sehingga New Constructs menyatakan belum melihat dokumen pengajuan yang sebenarnya.
New Constructs juga menyoroti kerugian operasional Anthropic dan persaingan yang meningkat dari berbagai model open source. Firma itu menyatakan tidak melihat Anthropic memiliki bisnis yang layak. Mereka turut menjadikan pernyataan Anthropic bahwa AI dapat menimbulkan “risiko katastrofik atau eksistensial bagi umat manusia” sebagai alasan bagi investor untuk menghindari IPO tersebut.
Baca juga: Peretas Bajak Domain Negara, Terbitkan Sertifikat Palsu Google
CNBC melaporkan Anthropic dikabarkan berencana melantai di Nasdaq sebelum Thanksgiving. Perusahaan itu mengklaim pada akhir Juli bahwa laju pendapatan tahunan berjalan (annualized revenue run rate) telah meningkat tujuh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi US$65 miliar. New York Times sebelumnya melaporkan pada September bahwa Anthropic berada di jalur untuk mencapai pendapatan tahunan berjalan US$100 miliar pada akhir 2026.
Rekam jejak prediksi New Constructs
David Trainer, pendiri sekaligus CEO New Constructs, dikenal sebagai pengkritik IPO. Firma tersebut pernah menyebut IPO WeWork sebagai yang “paling konyol” pada 2019. WeWork saat itu memiliki valuasi privat US$47 miliar, tetapi menarik rencana IPO enam minggu setelah laporan New Constructs terbit, di tengah permintaan yang lemah dan kritik terhadap kondisi keuangannya. WeWork mengajukan kebangkrutan pada 2023.
Baca juga: Microsoft Ungkap Harga Surface Laptop Ultra dan Dev Box
Namun, prediksi firma itu tidak selalu tepat. New Constructs pernah menyebut IPO DoorDash pada 2020 sebagai yang paling konyol dan membandingkannya dengan WeWork. Saham DoorDash justru melonjak pada hari pertama perdagangan pada Desember 2020, membawa kapitalisasi pasarnya melampaui US$60 miliar. Nilainya kemudian meningkat menjadi US$83 miliar.
Firma itu juga bersikap bearish terhadap IPO Allbirds pada 2021. Perusahaan sepatu tersebut mencapai valuasi US$4,1 miliar pada hari pertama perdagangan, lalu menjual asetnya kepada American Exchange Group awal tahun ini dengan nilai perkiraan US$39 juta sembari beralih ke AI.

















