VLOBS.COM – Anthropic meminta pengadilan federal di Washington, D.C., menggelar peninjauan ulang atas bandingnya dalam perkara penetapan model AI perusahaan sebagai risiko rantai pasok oleh Pentagon.
Dalam permohonan yang diajukan pada Selasa, pengacara Anthropic menyatakan penetapan itu terkait dengan penolakan perusahaan mengizinkan modelnya digunakan untuk pengawasan massal terhadap warga Amerika atau peperangan otonom yang mematikan. Mereka juga menilai pengadilan mengabaikan bukti bahwa penetapan tersebut merupakan pembalasan atas pernyataan Anthropic mengenai keselamatan AI.
Baca juga: Nvidia Hadapi Ujian Risiko Pendanaan AI saat Neocloud Tertekan
Departemen Pertahanan AS, yang dipimpin Pete Hegseth, menerapkan label risiko rantai pasok itu pada Maret. Langkah tersebut melarang kontraktor pertahanan menggunakan teknologi Anthropic dalam pekerjaan mereka dengan departemen itu.
Penetapan itu terjadi setelah perundingan mengenai penggunaan model AI Claude oleh militer menemui jalan buntu. Anthropic kemudian menggugat pemerintahan Trump untuk membatalkan kebijakan tersebut.
Baca juga: Wacana Merger SpaceX-Tesla Jadi Sorotan Usai Laporan Kinerja
Pada September, D.C. Circuit menguatkan keputusan Pentagon melalui putusan 2-1. Mayoritas menolak argumen Anthropic bahwa larangan terhadap model Claude bersifat sewenang-wenang, tidak memiliki wewenang, dan inkonstitusional.
Baca juga: GTC Berlin: Nvidia Soroti Tekanan Modal di Sektor Neocloud
Sebelum perselisihan kedua pihak mencuat ke publik, Anthropic menjadi salah satu mitra awal bagi sejumlah lembaga pemerintah AS, termasuk Departemen Pertahanan. Perusahaan menandatangani kontrak senilai $200 juta dengan Pentagon pada Juli 2025. Namun, perundingan mengenai penerapan Claude pada platform AI GenAI.mil milik departemen itu gagal pada September.
Perwakilan Anthropic menolak berkomentar di luar isi permohonan. Pentagon belum segera menanggapi permintaan komentar.















