VLOBS.COM – Pengajuan dokumen IPO Anthropic pada Senin menempatkan pembuat Claude itu dalam posisi mengejar penawaran saham perdana yang berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah. Investor telah memperkirakan kapitalisasi pasar perusahaan berusia lima tahun tersebut dapat mencapai triliunan dolar, menurut CNBC.
Rencana itu menjadi perhatian industri teknologi dan Wall Street ketika saham perusahaan neocloud dan pusat data melemah. Firmus dari Australia menarik rencana IPO, begitu pula unit Solidigm milik SK Hynix yang berbasis di AS. Di tengah kondisi tersebut, Anthropic bertaruh investor akan melihat pertumbuhan pendapatannya meski perusahaan mencatat kerugian lebih dari US$80 miliar pada paruh pertama tahun ini.
Pendapatan Anthropic meningkat 14 kali lipat. Pada kuartal kedua, angkanya mencapai US$11,56 miliar, naik dari US$787 juta pada periode yang sama setahun sebelumnya. Perusahaan melaporkan US$974 juta pendapatan operasional pada kuartal tersebut, setelah lima kuartal mengalami kerugian operasional. Pada akhir Juni, Anthropic memiliki hampir US$132 miliar dalam bentuk kas, setara kas, dan investasi jangka pendek.
Baca juga: Microsoft Tawarkan Buyout Sukarela kepada 60.000 Karyawan
Hampir separuh pendapatan Anthropic berasal dari penjualan Claude melalui divisi cloud Microsoft, Amazon, dan Alphabet, yang juga berinvestasi di perusahaan itu. Dalam IPO, sekitar US$77 miliar dalam bentuk notes dapat diterbitkan kepada Amazon, Broadcom, dan Google. Microsoft dan Nvidia telah sepakat berinvestasi US$15 miliar seiring Anthropic membangun kapasitas komputasinya. Chip dari Nvidia, Advanced Micro Devices, Amazon, dan Google juga digunakan dalam pengembangan Anthropic.
Anthropic akan menjadi perusahaan ketiga yang melantai di bursa dengan valuasi di atas US$1 triliun, setelah Saudi Aramco dan SpaceX, yang memulai debut pada Juni. OpenAI, yang telah mengajukan dokumen secara rahasia, menyatakan kemungkinan baru akan melantai pada 2027.
Baca juga: SoftBank Dikabarkan Siapkan Investasi Teknologi US$50 Miliar di Malaysia
Hasil IPO dapat menjadi tolok ukur pasar AI
Jai Das, salah satu pendiri Sapphire Ventures, mengatakan hasil di bawah ekspektasi dapat membuat kondisi pasar tampak rapuh. Brad Bernstein, mitra pengelola FTV Capital, menilai valuasi Anthropic dapat menjadi tolok ukur bagi AI. Jika kinerjanya tidak sesuai harapan, dampaknya dapat merambat ke investasi modal ventura di sektor tersebut.
Perhatian investor lainnya tertuju pada model open-weight, yang lebih murah diakses bisnis dan memungkinkan penyesuaian serta fleksibilitas dalam menentukan tempat penggunaannya. Dalam prospektus, Anthropic menyebut OpenAI dan Google sebagai pesaing, sekaligus mengakui adanya persaingan dari penyedia model yang lebih luas, termasuk model open-weight atau open-source.
Anthropic menyatakan perusahaan Fortune 500 mengalokasikan kurang dari 0,1% dari total pengeluaran mereka untuk model dan layanan Anthropic pada kuartal terakhir. Michael Monaghan dari Founder ETFs mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa model open-weight akan menggantikan model frontier seperti yang dikembangkan Anthropic dan OpenAI.
Baca juga: SpaceX Tutup Pendanaan Utang US$40 Miliar untuk Beli GPU AI
Kenaikan suku bunga membuat perusahaan semakin mahal dalam memperoleh utang. David Trainer, CEO New Constructs, menulis bahwa jika likuiditas untuk AI menyusut, S&P 500 menghadapi risiko penurunan 20%, dengan sebagian besar tekanan terkonsentrasi pada valuasi saham terkait AI.
Di sisi lain, CEO Snowflake Sridhar Ramaswamy mengatakan Anthropic dan OpenAI telah menunjukkan kemampuan untuk tetap berada di garis depan AI dan mendorong inovasi. Snowflake juga menguji model open-weight berbiaya rendah dari Moonshot AI, DeepSeek, dan Zhipu, kata Ramaswamy.















