VLOBS.COM – Asos mengonfirmasi informasi pribadi pelanggannya dicuri setelah peretas menggunakan aplikasi perusahaan untuk memberi tahu pengguna bahwa Asos telah disusupi. Peritel fesyen asal Inggris itu menyampaikan insiden tersebut dalam pengajuan kepada London Stock Exchange.
Asos mengatakan peretas masuk ke platform pihak ketiga yang menampung data untuk komunikasi dengan pelanggan. Nama dan informasi kontak termasuk data yang diambil dalam insiden tersebut.
Baca juga: Trump Ungkap Pembelian Saham Meta hingga US$25 Juta dan Utang SpaceX
BBC News melaporkan data yang dicuri juga mencakup alamat rumah, nomor telepon, alamat email, serta catatan profil pelanggan, seperti kueri pencarian di situs web Asos.
Menurut Asos, peretas mengirim “notifikasi pelanggan tanpa izin” yang kemudian banyak diunggah ke media sosial. Pesan itu ditujukan kepada petugas perlindungan data dan departemen TI Asos. Isinya menyatakan bahwa data perusahaan yang dihosting di Snowflake telah “sepenuhnya disusupi” dan meminta Asos berkomunikasi dengan mereka atau menghadapi ancaman kebocoran data.
Baca juga: Amazon Ganti Lini Fire dengan Tablet Alexa, Harga Mulai $230
Para peretas menggunakan nama Xuanye Group, tetapi belum mengungkapkan jumlah data yang mereka klaim miliki. Menurut situs webnya, Asos memiliki 17 juta pelanggan.
Baca juga: Manus Raih Pendanaan Lebih dari US$500 Juta Usai Pisah dari Meta
Akses ke sistem belum sepenuhnya diketahui
Bleeping Computer melaporkan bahwa peretas masuk ke instans Snowflake dengan menyamar sebagai kontak tepercaya untuk memperoleh kredensial login. Snowflake mengatakan sistemnya tidak mengalami pelanggaran.
Belum diketahui apakah instans Snowflake yang dijalankan Asos dilindungi autentikasi multifaktor. Cara peretas memperoleh akses ke sistem pengiriman notifikasi push dalam aplikasi Asos juga belum diketahui.















