VLOBS.COM – Anduril memenangkan kontrak dari Angkatan Laut Amerika Serikat senilai hingga US$2,9 miliar untuk mendukung peningkatan produksi kapal selam. Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa, beberapa hari setelah salah satu pendiri perusahaan, Palmer Luckey, ditunjuk masuk ke gugus tugas Pentagon untuk senjata masa depan.
Perusahaan itu juga menginvestasikan US$3,7 miliar untuk memperluas galangan kapal baru di Sparrows Point, dekat Baltimore, Maryland. Fasilitas seluas 2 juta kaki persegi tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2030 dan diperkirakan menciptakan sekitar 3.100 pekerjaan.
Baca juga: DeepSeek Pertimbangkan Gandakan Pendanaan hingga US$14,9 Miliar
Menurut Anduril, galangan itu akan memproduksi komponen untuk kapal selam Virginia-class. Sejumlah bagian, termasuk tabung torpedo, akan dibuat di fasilitas seluas 160.000 kaki persegi di Orange County, California.
Presiden sekaligus Chief Strategy Officer Anduril, Chris Brose, mengatakan fasilitas tersebut akan berfokus pada program Virginia-class. Ia menyebut perusahaan ingin menjadi bagian penting dan, seiring waktu, semakin besar dalam rantai pasok pembuat kapal utama.
Baca juga: Mistral Rilis Large 4, Model AI Terbuka 1 Triliun Parameter
Penunjukan Luckey di Pentagon
Departemen Pertahanan AS menunjuk Luckey untuk bergabung dengan inisiatif baru bernama Project Meridian. Proyek itu bertujuan mengidentifikasi dan mengembangkan kapabilitas bagi konflik Amerika Serikat pada masa depan.
Baca juga: Boom Agen AI Pribadi Dorong AMD dan Intel, CPU Kembali Disorot
Mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich dan CEO SpaceX Elon Musk juga menjadi bagian dari proyek tersebut. CNBC menyebut perkembangan ini memunculkan pertanyaan mengenai meningkatnya pengaruh perusahaan teknologi pertahanan di Washington ketika mereka bersaing memperoleh kontrak pemerintah.
Anduril dikenal membuat drone dan wahana otonom. Perusahaan itu kini memperluas kegiatannya ke pembangunan kapal konvensional. Kapal selam Virginia-class dibangun oleh General Dynamics Electric Boat dan Huntington Ingalls Industries. Pada musim panas tahun ini, General Dynamics memperoleh kontrak Angkatan Laut senilai US$76,6 miliar untuk membangun kapal selam.

















