VLOBS.COM – Saham Cerebras naik 6,3% dalam perdagangan prapasar pada Senin ke level US$177 per saham. Kenaikan itu terjadi setelah CEO OpenAI Sam Altman menyebut Cerebras sebagai “mitra dekat”, menyusul penurunan saham perusahaan tersebut pada pekan sebelumnya.
Dalam unggahan di X pada Jumat, Altman mengatakan ada spekulasi mengenai kemitraan OpenAI dengan Cerebras. Ia menyebut kedua perusahaan memiliki keterlibatan mendalam dalam mendorong batas kecepatan.
Baca juga: Eksekutif Anthropic, OpenAI, Google, Meta Akan Bersaksi soal AI
Saham Cerebras sempat turun 20% pekan lalu ke harga terendahnya setelah terungkap bahwa OpenAI akan menggunakan GPU Nvidia, bukan chip Cerebras, untuk menjalankan mode “Ultrafast” pada GPT-6.1 Sol. Setelah komentar Altman, saham perusahaan itu naik hampir 3% dalam perdagangan setelah jam bursa pada Jumat.
Meski menguat, harga saham Cerebras masih hampir setengah dari puncaknya setelah perusahaan itu melantai di Nasdaq melalui IPO pada Mei. Kapitalisasi pasarnya kini sedikit di atas US$39 miliar, turun dari US$95 miliar saat debut.
Baca juga: Privasi Jadi Penghambat Ambisi Perangkat AI Wearable Baru
Cerebras menjual chip komputer berukuran besar dan sistem AI yang dirancang untuk menjalankan model AI lebih cepat daripada GPU tradisional. Perusahaan itu mengklaim produk andalannya, Wafer Scale Engine 3, bekerja lebih cepat daripada GPU Nvidia.
Pada Januari, Cerebras menandatangani kesepakatan senilai US$10 miliar dengan OpenAI untuk memasok daya komputasi sebesar 750 megawatt hingga 2028.
Baca juga: Trump Bentuk Super Intelligence Force untuk Menangani AI
Analis Citi menyatakan pandangan mereka terhadap prospek pendapatan Cerebras pada 2026 hingga 2028 tidak berubah. Mereka menilai model terbaru dari laboratorium AI terdepan kemungkinan pertama kali dijalankan pada chip internal sebelum beralih ke pihak ketiga atau layanan cloud Cerebras, sehingga dampak perkembangan terbaru itu masih terlalu dini untuk dinilai.
Citi juga mengatakan kemampuan saham Cerebras untuk mengungguli pasar semakin bergantung pada bukti bahwa margin kotor mulai stabil. Penundaan lebih lanjut dalam mencapai titik terendah margin kotor, menurut para analis, berpotensi membebani sentimen, terutama karena valuasi Cerebras yang premium.

















