VLOBS.COM – Ledakan kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan dalam New York Climate Week tahun ini. Di kalangan teknologi iklim, pembangunan pusat data dipandang sebagai peluang pendanaan oleh sebagian pihak, tetapi ada pula yang khawatir tren tersebut mengalihkan perhatian dari sektor lain.
Sejumlah startup teknologi iklim, terutama yang bergerak di bidang energi atau terkait energi, menyambut pembangunan pusat data sebagai kesempatan untuk memperoleh pendanaan dan melewati masa sulit dalam pengembangan usaha. Namun, beberapa pihak menyampaikan keberatan atas banyaknya pembangkit listrik tenaga gas alam yang dibangun untuk memasok kebutuhan pusat data AI.
Baca juga: Microsoft Ungkap Storm-3168 Hancurkan Sumber Daya Azure
Menurut data PitchBook terbaru yang dikutip TechCrunch, nilai total transaksi modal ventura di sektor teknologi iklim meningkat selama empat kuartal berturut-turut dan melampaui US$14 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Nilai transaksi itu terutama didorong oleh sektor yang mendapat manfaat dari pembangunan pusat data, termasuk lingkungan binaan, infrastruktur jaringan listrik, serta energi yang pasokannya dapat diatur sesuai kebutuhan.
Dalam sebuah panel di New York Climate Week, dua pendiri startup ditanya apakah mereka menginginkan pembangunan AI berlangsung dengan kecepatan saat ini atau dengan laju yang lebih bertanggung jawab terhadap iklim. Keduanya menjawab bahwa pembangunan yang lebih cepat lebih baik. Kedua startup mereka bergerak di bidang energi.
Baca juga: Modal Labs Dekati Pendanaan US$750 Juta dengan Valuasi US$15,75 Miliar
Namun, sejumlah pendiri mengatakan kepada TechCrunch bahwa lonjakan pusat data berisiko mengalihkan perhatian dari segmen teknologi iklim lain yang menjanjikan, termasuk perusahaan yang mampu mencapai target tanpa bergantung pada tren AI. Seorang pendiri juga mengatakan perusahaan besar masih tertarik pada isu iklim, tetapi kini enggan membicarakannya secara terbuka, terutama karena khawatir menarik perhatian negatif pemerintahan Trump.
Baca juga: Prospektus Anthropic Ungkap Rugi Besar dan Risiko AI bagi Manusia
Di sisi lain, sebagian pelaku mulai merasa jenuh melihat besarnya perhatian dan dana yang kini mengalir ke AI. Mereka membandingkannya dengan situasi tiga tahun lalu, ketika pendanaan untuk memperbesar skala usaha sulit diperoleh, bahkan bagi startup dengan hasil yang menjanjikan. Kini, menurut laporan TechCrunch, pelanggan berbondong-bondong mencari kesempatan mengikuti demonstrasi produk.
Para pendiri yang ditemui TechCrunch mengakui bahwa mereka harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan. Di New York Climate Week, tersirat pandangan bahwa lonjakan pembangunan pusat data tidak akan berlangsung selamanya, tetapi mungkin cukup lama untuk membantu startup membangun bisnis yang bertahan. Setelah itu, mereka dapat kembali memusatkan perhatian pada misi pengurangan karbon yang menjadi tujuan awal pendirian perusahaan.


















