VLOBS.COM – Struktur public benefit corporation (PBC) Anthropic menimbulkan pertanyaan bagi investor menjelang rencana perusahaan AI itu melantai di bursa dengan valuasi US$1,5 triliun atau lebih. Menurut CNBC, status tersebut mengharuskan Anthropic menyeimbangkan manfaat publik dengan tanggung jawabnya kepada pemegang saham.
Dalam dokumen S-1, Anthropic menyatakan tujuannya adalah mengembangkan dan memelihara AI canggih secara bertanggung jawab demi manfaat jangka panjang umat manusia. Perusahaan itu juga mengatakan status PBC memberi direksi keleluasaan untuk mempertimbangkan kepentingan ekonomi pemegang saham, pihak yang terdampak oleh tindakannya, serta tujuan manfaat publik.
Baca juga: Kas Anthropic Tembus US$131,7 Miliar, Lampaui Hampir Semua Perusahaan AS
Anthropic membentuk long-term benefit trust pada 2023 untuk mengawasi praktik bisnisnya. Perusahaan juga mendirikan public benefit fund yang memiliki sekitar 847 juta saham Kelas N, atau kira-kira 5% dari jumlah saham terdilusi penuh per 30 Juni.
Tujuh pendiri bersama, termasuk Dario Amodei, memiliki hak suara khusus melalui satu saham Kelas F. Saham tersebut memberi mereka 50,1% dari total hak suara untuk perkara yang diajukan kepada pemegang saham. Dalam dokumen pengajuan, Anthropic menyebut ketujuh pendiri itu memiliki kemampuan khusus untuk menjaga misinya.
Ketegangan antara misi dan keuntungan
Pakar hukum yang dikutip CNBC menilai aturan PBC menyisakan ketidakjelasan tentang cara direksi menyeimbangkan tujuan publik dan keuntungan. Lawrence Hamermesh, pengacara hukum korporasi Delaware, mengatakan tidak ada kriteria mendasar yang memastikan kapan satu kepentingan harus lebih diutamakan daripada yang lain.
Baca juga: Nvidia dan AMD Siapkan Investasi US$4 Miliar di Meta untuk AI
Risiko lain berkaitan dengan kebijakan keselamatan AI. Anthropic telah membatasi akses ke sejumlah model yang dinilai terlalu berbahaya untuk dirilis secara luas. Kebijakan itu dapat berlanjut meskipun berpotensi menekan pertumbuhan pendapatan dan laba, menurut laporan tersebut.
Anthropic juga perlu mempertimbangkan kepentingan investor saat mencari tambahan modal. John Coates, profesor hukum dan ekonomi di Harvard Law School, mengatakan investor biasanya meminta biaya modal lebih tinggi ketika hak kendali mereka berkurang dari prinsip satu saham satu suara. Menurutnya, struktur PBC menambah ketidakpastian mengenai hasil investasi.
Baca juga: Prospektus IPO Anthropic Ungkap Beragam Risiko Bisnis AI
Analis Evercore ISI Mark Mahaney menilai status PBC membatasi pengaruh pemegang saham atas operasi perusahaan. Ia juga menyebut dewan harus mempertimbangkan misi, sebuah trust independen memilih mayoritas direksi, dan para pendiri menguasai 50,1% suara.
Status PBC Anthropic dapat diubah atau dihapus. CNBC mencatat perusahaan sepatu yang beralih menjadi perusahaan AI, Allbirds, mencabut status PBC sebagai bagian dari restrukturisasi pada Juni. Namun, struktur industri AI masih berkembang, sementara sejumlah eksekutif mengemukakan kemungkinan merger besar dan kemitraan publik-swasta.















