VLOBS.COM – BlackBerry melihat robot berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai peluang pertumbuhan baru. CEO John Giamatteo mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaan kini mencari peluang di luar industri otomotif untuk mengembangkan bisnisnya di pasar physical AI.
Sistem operasi QNX milik BlackBerry menyediakan perangkat lunak untuk berbagai fitur, mulai dari sistem pengereman hingga sejumlah fungsi berkendara semi-otonom. QNX kini tertanam di lebih dari 275 juta kendaraan di seluruh dunia.
Baca juga: Saham Raksasa Teknologi Menguat Usai Hasil Pemilu Paruh Waktu
Menurut Giamatteo, bisnis robotika telah menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di QNX. BlackBerry melihat peluang untuk memasok perangkat lunak dasar yang membantu robot dan mesin lain beroperasi secara aman dan andal.
Baca juga: CrowdStrike Luncurkan Tombol Darurat untuk Hentikan Agen AI Nakal
Peluang tersebut turut berkontribusi pada peningkatan backlog royalti QNX. BlackBerry baru-baru ini mengumumkan backlog itu telah melampaui US$1,2 miliar, naik lebih dari US$250 juta dalam dua kuartal. Giamatteo menyebut peralihan produsen mobil ke sistem komputasi yang lebih maju, perluasan penawaran perangkat lunak, serta permintaan aplikasi physical AI sebagai tiga pendorong pertumbuhan.
Giamatteo juga menyoroti kemitraan BlackBerry dengan Nvidia yang bermula di sektor otomotif. Menurutnya, Nvidia telah menetapkan QNX sebagai platform pilihan untuk Halos Safety Stack. Ia menyebut peluang yang muncul mencakup robot mobile otomatis (AMR), forklift otonom, serta kendaraan pengangkut palet menuju stasiun dok.
Baca juga: Saham AMD Melonjak 8% Usai Kinerja Kuartal III Lampaui Ekspektasi
Saham BlackBerry telah naik 142% pada 2026. Perusahaan yang berbasis di Kanada itu sebelumnya dikenal sebagai salah satu pembuat ponsel terbesar di dunia. Kapitalisasi pasarnya pernah mencapai hampir US$85 miliar pada 2008, sedangkan saat ini sekitar US$5,4 miliar.















