VLOBS.COM – Pelanggan Asos melaporkan menerima notifikasi mencurigakan dari aplikasi yang mengklaim instance Snowflake milik peritel pakaian daring itu telah diretas dan mengancam akan membocorkan data.
Pesan tersebut menyertakan tautan ke kanal Telegram bernama “Xuanye Wen Gateway” dan ditujukan kepada petugas perlindungan data serta tim TI Asos. Pengirim meminta pihak perusahaan menghubungi mereka, dengan ancaman akan membocorkan data jika tidak ditanggapi.
Baca juga: Arthur Hayes Nilai Investasi AI Berisiko Picu Kelebihan Kapasitas
Namun, notifikasi itu sendiri tidak membuktikan bahwa pengirim berhasil mengakses instance Snowflake Asos maupun data sensitif pelanggan. Cara pesan tersebut dikirim juga belum diketahui. The Register menyatakan telah meminta komentar dari Asos dan Snowflake.
Baca juga: Studi: Langganan Claude Dinilai Lebih Bernilai daripada ChatGPT
Harga saham Asos turun sekitar 12 persen setelah laporan mengenai notifikasi itu muncul, meski kemudian sedikit pulih.
Snowflake, platform cloud untuk menyimpan dan menganalisis data, pernah menjadi sasaran kampanye pencurian data besar pada 2024. Korban yang disebut mencakup Ticketmaster, Santander, AT&T, dan puluhan organisasi lain.
Baca juga: Paramount Rampungkan Akuisisi Warner Bros. Senilai US$110 Miliar
Connor Riley Moucka, 26 tahun, dari Kitchener, Ontario, kemudian mengaku bersalah atas dakwaan penipuan komputer, penipuan melalui kabel, pencurian identitas berat, dan konspirasi terkait rangkaian peretasan yang membobol lebih dari 165 organisasi. Serangan itu mengekspos miliaran catatan pelanggan dan menghasilkan sekitar US$2,5 juta dari pembayaran tebusan. Snowflake kemudian memperkenalkan kontrol yang memungkinkan administrator mewajibkan autentikasi multifaktor.















