VLOBS.COM – IREN mengatakan lebih dari US$4 miliar pendapatan berulang tahunan yang diproyeksikan masuk pada 2026 tertunda hingga setidaknya Januari. Dalam laporan kinerja yang dirilis Kamis, perusahaan neocloud itu menyebut perubahan tersebut terjadi atas permintaan pelanggan dan terkait waktu dari pemasok. Pembayaran berpotensi mundur hingga Februari.
Dalam konferensi kinerja, co-CEO IREN Daniel Roberts mengatakan Microsoft merupakan pelanggan yang meminta perubahan. Menurut Roberts, perusahaan itu meminta konfigurasi ulang dan peningkatan sebagian infrastruktur jaringan untuk mendukung kapasitas 200 megawatt bagi model AI generasi terbaru.
Baca juga: BlackBerry Bidik Robot Berbasis AI sebagai Peluang Pertumbuhan Baru
IREN melaporkan pendapatan US$228 juta, naik 66% dari kuartal sebelumnya dan melampaui rata-rata perkiraan analis sebesar US$221 juta, menurut LSEG. Pendapatan AI Cloud lebih dari dua kali lipat menjadi US$200 juta. Sisa pendapatan berasal dari penambangan bitcoin, yang menjadi bisnis utama IREN sebelum beralih ke AI.
Baca juga: Saham Raksasa Teknologi Menguat Usai Hasil Pemilu Paruh Waktu
Rugi bersih IREN menyempit menjadi US$263 juta dari US$684 juta pada periode sebelumnya. Perusahaan juga menyatakan backlog pendapatan naik 22% menjadi US$20,3 miliar, dengan sekitar dua pertiganya berasal dari pihak dengan peringkat investasi. Target ARR US$4 miliar itu, menurut IREN, telah sepenuhnya dikontrak dan didanai.
Meski demikian, IREN berencana mengeluarkan US$15 miliar untuk belanja modal selama sisa tahun fiskal ini. Jumlah tersebut mencakup US$9 miliar dalam bentuk kas dan pembiayaan yang telah dikomitmenkan serta US$6 miliar pembiayaan target yang bergantung pada kondisi pasar.
Baca juga: CrowdStrike Luncurkan Tombol Darurat untuk Hentikan Agen AI Nakal
Saham IREN naik dalam perdagangan setelah jam bursa, setelah sebelumnya turun 55% selama sebulan. Perusahaan mengatakan harga komputasinya terus meningkat dan pihaknya telah memperluas kontrak yang sudah ada dengan sebuah laboratorium AI frontier. IREN menyebut memiliki kontrak dengan Nvidia, Microsoft, dan 13 pelanggan lain.















