VLOBS.COM – IonQ mengatakan pada Senin akan mengakuisisi perusahaan keamanan siber Elisity dalam kesepakatan seluruhnya berupa saham dengan nilai hingga US$1,3 miliar. Transaksi itu mencakup earnout berbasis kinerja hingga US$150 juta.
Kedua perusahaan menyebut kesepakatan tersebut dirancang untuk menghadapi dan menemukan penyerang yang menyasar model bahasa besar (LLM) dan agen AI generatif, serta melindungi dari ancaman kuantum yang muncul.
Baca juga: FBI Tangkap Karyawan OpenAI yang Diduga Pasang Alat Perekam
CEO IonQ Niccolo de Masi mengatakan kepada CNBC bahwa platform Elisity akan memperkuat strategi keamanan kuantum perusahaannya. Ia menyebut teknologi tersebut dapat membantu melindungi infrastruktur kritis dan perusahaan Fortune 500.
Transaksi ini diperkirakan selesai pada kuartal keempat, dengan syarat memperoleh persetujuan regulator. Elisity akan mempertahankan jajaran pimpinan saat ini, termasuk CEO James Winebrenner.
Baca juga: Anthropic Akan Buka Data Keuangan Kuartal III kepada Investor
Saham IonQ turun lebih dari 9% dalam perdagangan sore. Saham perusahaan komputasi kuantum lain, termasuk Rigetti Computing dan D-Wave Quantum, juga diperdagangkan lebih rendah.
IonQ telah melakukan sejumlah akuisisi dalam beberapa waktu terakhir. Pada Juli, perusahaan itu membeli produsen semikonduktor SkyWater Technology senilai US$1,8 miliar. Dalam satu setengah tahun terakhir, IonQ juga mengakuisisi beberapa perusahaan kuantum, termasuk startup komputasi kuantum asal Inggris, Oxford Ionics.
Baca juga: Character.ai Ajukan Perlindungan Kebangkrutan Chapter 11
Kesepakatan ini menyusul dua perintah eksekutif yang diterbitkan Presiden Donald Trump pada Juni. Perintah tersebut bertujuan membangun komputer kuantum untuk penelitian ilmiah pada 2028 dan melindungi sistem pemerintah dari ancaman siber. IonQ menyatakan bahwa perintah itu menegaskan urgensi persiapan menghadapi ancaman komputasi kuantum.
De Masi mengatakan kepada CNBC bahwa kebutuhan integrasi keamanan kuantum di pemerintahan dan bisnis akan semakin penting seiring mendekatnya “Q-Day”, era ketika komputer kuantum dapat memecahkan perangkat lunak enkripsi standar saat ini. Ia juga memperingatkan bahwa pelaku kejahatan pada akhirnya dapat menggabungkan komputer kuantum dengan LLM.















