VLOBS.COM – Google Cloud memosisikan Gemini sebagai “agen universal baru untuk pekerjaan”. CEO Google Cloud Thomas Kurian menyampaikan visi tersebut dalam acara Gemini at Work 2026, dengan menggambarkan Gemini sebagai layanan yang dapat merencanakan pekerjaan, menggunakan alat, terhubung ke sistem perusahaan, lalu menghasilkan pekerjaan yang selesai.
Dalam paparan yang disampaikan di acara itu, Kurian mengatakan pengguna akan memberi Gemini tujuan, bukan hanya instruksi. Ia menyebut agen tersebut dapat bekerja di dokumen, kotak masuk, dan lingkungan pengembangan yang sudah digunakan pelanggan.
Baca juga: Cramer: Diversifikasi Bantu Investor Bertahan Saat Saham AI Anjlok
Kurian juga mengatakan Gemini dapat memilih model yang sesuai untuk setiap pekerjaan. Saat ini, agen itu dapat mengatur penggunaan model dari keluarga Gemini dan model Claude milik Anthropic. Google Cloud menyebut model privat maupun terbuka lainnya dapat digunakan pada masa mendatang.
Sub-agen dan kontrol perusahaan
Meski dipromosikan sebagai satu agen, Gemini dapat membuat kelompok sub-agen sementara yang memiliki identitas masing-masing untuk menangani tugas bertahap. Kurian mengatakan agen Gemini juga memiliki identitas terpisah dari identitas pengguna, sementara kebijakan perusahaan dapat diterapkan kepadanya seperti kepada karyawan.
Baca juga: Bug Nvidia Berisiko Tinggi Bisa Lumpuhkan Pemantauan GPU Server
Menurut Kurian, perusahaan dapat menetapkan anggaran sebelum agen mulai bekerja, dan anggaran itu mencakup seluruh biaya pekerjaan. Namun, laporan The Register menyoroti bahwa keberadaan kontrol biaya juga menunjukkan pengeluaran agen dapat membesar. Google memperkenalkan penagihan fleksibel dan kontrol biaya untuk agen dua bulan sebelum acara tersebut, sementara pengelolaan pengeluaran AI masih menjadi tantangan bagi perusahaan.
Klaim penggunaan dan produktivitas
CEO Alphabet Sundai Pichai mengatakan hampir 80 persen pelanggan Google Cloud menggunakan produk AI perusahaan. Ia juga menyebut hampir 500 pelanggan korporasi masing-masing telah memproses lebih dari 1 triliun token di platform Google dalam setahun terakhir.
Baca juga: Pendapatan Tahunan OpenAI Dilaporkan Mendekati US$50 Miliar
Pichai mengatakan Gemini 4 Argon meraih skor 77,9 persen pada tolok ukur pengodean DeepSWE v1.1, mengungguli Claude Opus 5.5, Claude Fable 5.1, dan GPT-6 Astra. Menurutnya, penggunaan model itu di Google menurunkan rollback kode setelah pengajuan sebesar 30 persen dan meningkatkan pengajuan kode agentik karyawan sebesar 35 persen.
Kurian turut mengklaim bahwa NTT Docomo, perusahaan telekomunikasi Jepang, menghemat 450.000 jam per tahun dengan menggunakan agen data. Angka-angka tersebut merupakan klaim yang disampaikan para eksekutif Google dalam acara itu.


















