VLOBS.COM – Pada 2026, fokus AI perusahaan bergeser dari kemampuan membuat prediksi ke cara agar sistem bertindak berdasarkan kesimpulannya sendiri tanpa menyimpang dari tujuan bisnis. Perhatian kini tertuju pada pengambilan keputusan otonom.
“Perusahaan sudah tidak lagi puas dengan sudut pandang yang melihat ke belakang; mereka ingin lebih berorientasi ke masa depan,” kata Vishal Gupta, partner di firma riset Everest Group.
Baca juga: HackerRank Rilis Chakra, AI Pewawancara yang Telah Uji 500.000 Kandidat
Analitik cerdas yang didukung teknologi seperti deep learning dan AI generatif memungkinkan perubahan tersebut. Pelatihan real-time membantu AI berkembang secara berkelanjutan, bukan hanya menunggu pembaruan setiap kuartal.
Baca juga: TikTok Hadirkan Asisten Belanja AI dan Checkout Sekali Klik
Data yang digunakan mesin prediktif juga meluas, dari catatan numerik yang terstruktur hingga sumber tidak terstruktur yang berasal dari interaksi dan memuat informasi bernilai. Perkembangan ini mendorong analitik berbasis AI membawa perusahaan dari melihat kondisi masa lalu menuju antisipasi yang lebih praktis.
Analitik prediktif mencakup pemodelan, persiapan data, alur kerja analisis, interpretasi hasil, serta penerapan untuk pengambilan keputusan. Gupta mengatakan istilah “analytics” dalam banyak hal mulai bergeser seiring AI mengambil peran yang semakin luas.
Baca juga: Schneider Electric Akuisisi PTC US$22,6 Miliar untuk Perluas Bisnis
Materi ini diproduksi oleh Insights, unit konten khusus MIT Technology Review, bukan staf redaksinya. Materi tersebut diteliti dan ditulis manusia; alat AI yang mungkin digunakan dibatasi pada proses produksi di bawah pengawasan manusia.














