VLOBS.COM – HackerRank mulai menyediakan Chakra, agen AI yang melakukan wawancara kerja dan menilai proses kandidat saat menyelesaikan tugas. Setelah sekitar enam bulan dalam tahap beta, produk tersebut tersedia secara umum bagi pelanggan HackerRank pada Senin.
Perusahaan menyebut Chakra telah menjalankan lebih dari 500.000 wawancara selama pengujian. Snowflake, Snorkel, dan Capgemini termasuk perusahaan yang mencobanya, sementara HackerRank juga menguji produk tersebut secara internal.
Baca juga: TikTok Hadirkan Asisten Belanja AI dan Checkout Sekali Klik
Dalam wawancara yang dirancang menyerupai pekerjaan sehari-hari, kandidat mengerjakan tugas menggunakan repositori kode dunia nyata di sebuah kanvas yang dilengkapi asisten AI. Chakra dapat memanfaatkan konteks pekerjaan kandidat untuk mengajukan pertanyaan lanjutan, misalnya alasan memilih pendekatan tertentu atau bagaimana solusi akan berubah jika ada batasan baru.
HackerRank ingin menilai lebih dari sekadar jawaban akhir. Chakra dirancang untuk mengukur kemampuan seperti berpikir kritis, pertimbangan, serta “AI fluency”: cara kandidat merumuskan masalah untuk AI, menilai hasilnya, dan mengarahkannya menuju solusi.
CEO sekaligus salah satu pendiri HackerRank, Vivek Ravisankar, mengatakan kepada TechCrunch bahwa proses yang sebelumnya terdiri dari penyaringan oleh perekrut, tes yang dikerjakan di rumah, dan wawancara lanjutan dengan engineer kini dapat digabungkan dalam satu wawancara Chakra.
Baca juga: Schneider Electric Akuisisi PTC US$22,6 Miliar untuk Perluas Bisnis
Menurut Ravisankar, jumlah penanda aktivitas mencurigakan dalam wawancara Chakra tercatat 70% hingga 80% lebih rendah dibandingkan penilaian HackerRank tradisional yang sebanding. Angka itu bervariasi, antara lain menurut lokasi geografis dan tingkat senioritas. Ia mengatakan akses AI selama wawancara mengurangi dorongan kandidat untuk diam-diam memakai alat eksternal yang dapat memberikan jawaban.
Chakra menandai perubahan arah bagi HackerRank, yang sebelumnya membangun bisnis dengan tantangan coding untuk menilai keterampilan teknis developer. Ravisankar mengatakan AI membuat model penilaian terdahulu kurang berguna untuk mengukur kemampuan engineering.
Baca juga: Citrix Rilis Patch untuk Celah NetScaler yang Dieksploitasi
Meski demikian, Chakra hanya memberi skor kepada kandidat, bukan membuat keputusan perekrutan akhir. Keputusan tersebut tetap berada di tangan manusia, kata Ravisankar. Ia menyebut AI dapat menerapkan kriteria yang ditetapkan perusahaan secara konsisten, sementara pewawancara manusia dapat berfokus pada pertanyaan tentang kecocokan bekerja bersama kandidat serta informasi mengenai perusahaan, tim, dan peran.
Penggunaan AI dalam perekrutan juga menghadapi perhatian regulator. New York City, misalnya, mewajibkan perusahaan yang menggunakan alat keputusan ketenagakerjaan otomatis tertentu untuk menjalani audit bias independen dan memberi tahu kandidat sebelum alat tersebut digunakan. Ravisankar mengatakan HackerRank perlu membangun kepatuhan terhadap persyaratan di bidang perekrutan yang diatur tersebut.











